Rujak Ayam Selera Tetap Berkah Ditengah Pandemi Corona

0

PUTARAN.ID – Jika anda pecinta kuliner, tak ada salahnya mencoba menikmati makanan yang disajikan Taruna Jaya, “Rujak Ayam Selera”. Dengan aroma rasa yang khas, menjadikannya makanan favorit di Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jabar.

Rujak Ayam Selera saat diserbu oleh konsumen

Pria yang akrab disapa Kang Tarun itu memulai usaha Rujak Ayam sejak lima tahun yang lalu. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 25-30 Kilogram ayam. Dalam sehari, ia mampu meraih omset bersih 400 hingga 500 ribu rupiah.

“Alhamdulillah, yang penting istiqamah. Bisa menafkahi keluarga serta membiayai sekolah anak-anak,” ujar pria kelahiran 20 Mei 1983, Senin (25/5/2020).

Kendati demikian, ia pun tak menampik jika kondisi harga ayam yang menjadi komoditi utama dalam usahanya itu dapat mempengaruhi pendapatan jika harga ayam melambung tinggi.

“Kami tak berani menaikan harga jual. Karena harganya sudah memasyarakat. Solusinya paling memperkecil porsinya,” kata Taruna.

Rujak Ayam Selera kini digemari oleh masyarakat setempat. Dengan racikan bumbu dari rempah-rempah pilihan, menjadikannya digemari oleh semua kalangan. Tak terkecuali selalu dijadikan cemilan oleh kalangan anak-anak. “Jadi, selera orang-orang disini, semuanya ada di Rujak Ayam ini,” ujarnya bergurau.

Selain karena sensasi rasa dan aromanya, rujak ayam besutannya itu dibandrol dengan harga yang sangat ekonomis. Untuk ukuran sepotong daging misalnya, dibandrol dengan harga 5000 rupiah. Sementara yang ditusuk dibandrol dengan harga 1000 rupiah pertusuknya.

“Rujak Ayam ini memiliki beberapa varian diantaranya ada yanag dibakar, goreng dan tumis. Tapi kebanyakan konsumen memilih yang dibakar,” jelasnya.

Ia menjelaskan jika saat pandemi corona seperti sekarang ini justru pendapatannya menjadi meningkat. Hal itu dipengaruhi salah satunya oleh hastag #StayatHome dan orang-orang berada di rumah.

“Anak sekolah libur, orang tuanya juga tidak pergi kemana-mana. Karena enak dan murah, akhirnya rujak ayam ini selalu diserbu oleh orang-orang dan menjadi pilihan untuk dikonsumsi,” terangnya.

Lebih jauh ia menambahkan jika dirnya memiliki keinginan untuk mengembangkan bisnisnya itu serta memiliki kios tersendiri dan siap bersaing di wilayah perkotaan. Namun karena keterbatasan modal, ia bersama istrinya, Endang tak pantang menyerah serta suatu saat bisa mewujudkan mimpinya itu.

“Sampai saat ini kami masih mangkal ga jauh dari rumah. Mudah-mudahan nanti ada jalan sehingga suatu saat nanti memiliki kios sendiri dan siap bersaing di perkotaan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini