4 Fakta Dibalik Sosok Derek Chauvin, Pembunuh George Floyd

0
Derek Chauvin, disangkakan membunuh George Floyd. (foto: CNN/AP/Brommerich)

PUTARAN.id – Derek Chauvin dikonfirmasi telah dipecat dari jabatannya sebagai aparat kepolisian Minneapolis, Minnesota usai disangkakan pasal pembunuhan tingkat tiga terhadap seorang pria kulit hitam bernama George Floyd (46).

Sebagaimana dilansir laman CNN, sangkaan itu kemudian diperberat menjadi pembunuhan tingkat dua dan terancam dipenjara selama 40 tahun. Sebenarnya, siapa sosok Derek Chauvin yang akibat ulahnya itu menuai aksi gelombang unjukrasa diberbagai negara tersebut? Berikut 4 fakta dibalik sosok Chauvin sebagaimana dilansir laman CNN:

1. Menjadi polisi Minneapolis selama 18 tahun dan mendapatkan 18 keluhan

Derek Chauvin sudah mengabdi dan bekerja sebagai polisi di Minneapolis selama 18 tahun. Namun, selama itu juga Chauvin dilaporkan menerima setidaknya 18 laporan keluhan, dua diantaranya terkait kedisiplinan yang berakhir dengan surat teguran.

Organisasi non profit pemerhati kinerja aparat penegak hukum, Communities Against Police Brutality merinci, dua teguran lisan yang diterima Chauvin berkaitan dengan penggunaan kata yang merendahkan dan bahasa yang tidak pantas.

Pada tahun 2007 silam, satu keluhan pernah diterima Chauvin karena saat itu Chauvin dituduh menyeret keluar seorang wanita dari mobilnya setelah mengemudi melebihi batas kecepatan. Padahal, dari investigasi yang dilakukan, terungkap bahwa perbuatan Chauvin sebenarnya tidak perlu dilakukan. Chauvin juga dinilai melanggar prosedur lantaran mematikan video pemantau yang terpasang di mobil polisinya ketika memeriksa wanita itu. Sementara itu, polisi tidak mengungkap secara rinci 17 keluhan lainnya terhadap Chauvin.

2. Chauvin pernah menekuni tata boga

Sebelum berkarir di dunia kepolisian, Chauvin sempat menekuni tata boga. Ia kemudian mengambil pendidikan penegak hukum dan pernah menjalani tugas sebagai polisi militer pada akhir 1990 di Fort Benning, Georgia dan Jerman.

3. Sederet penghargaan pernah diraih Chauvin

Rekam jejak Chauvin ternyata tidak melulu buruk. Pria 44 tahun itu pernah mendapatkan empat medali selama bertugas menjadi kepolisian.

Pada 2006 misalnya, Chauvin mendapat medali sebagai penghargaan atas keberanian menembak pelaku penusukan yang mengarahkan senapan ke arah polisi.

Lantas dua tahun kemudian, Chauvin kembali mendapatkan medali serupa karena berhasil menangkap pelaku kekerasan rumah tangga.

Di tahun yang sama, ia mendapat medali setelah berhasil menangkap penjahat yang kabur sambil menenteng pistol.

Pada 2009, Chauvin kembali mendapat medali karena berhasil menangkap sekelompok gangster seorang diri ketika menjadi petugas keamanan di kelab malam El Nuevo Rodeo, Minneapolis.

4. Chauvin pernah bekerjasama dengan Floyd

Siapa sangka, Chauvin yang kini disangkakan membunuh Floyd ternyata pernah bekerja bersama dengan Floyd di kelab malam itu sebagai petugas keamanan. Namun, tidak diketahui bagaimana hubungan keduanya.

loading...
Loading Facebook Comments ...