Putus Rantai Covid 19, Pesantren At-Tawazun Rekayasa Santri dengan Inkubasi

0
Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Covid 19 berpose usai pelaksanaan rapid tes di pesantren

SUBANG, PUTARAN.id – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19, Pondok Pesantren At-Tawazun melakukan proses rekayasa keluar masuk santri dengan sistem inkubasi.

Hal itu disampaikan Pengasuh Ponpes At-Tawazun Kalijati, KH. Musyfiq Amrullah usai pelaksanaan rapid tes di pesantren yang dibinanya itu bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Subang bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Subang, Rabu (10/6/2020).

“Karena santri yang masuk pondok kita lakukan rekayasa atau bertahap tiga sampai empat kali. Kemudian mereka di inkubasi dan isolasi sampai 14 hari,” ujar KH. Musyfiq kepada wartawan.

Bagi yang sudah diinkubasi, lanjut KH. Musyfiq, kemudian mereka dipisahkan dan dilanjutkan seperti itu terus dalam rangka menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Sejauh ini di pesantren kami telah menjalankan protokol kesehatan. Seperti melakukan cek suhu tubuh, menyiapkan handsanitizer, dan mengatur jaga jarak seluruh santri di pondok,” ujarnya.

Sejak pandemi mewabah, lanjutnya, pihaknya mulai memikirkan strategi untuk mengatur santri yang mencapai kurang lebih 700 orang. “Termasuk kita juga atur pemetaan kamarnya yang biasa diisi 30 orang, sekarang diisi hanya 15 orang saja,” pungkas mantan Ketua PCNU Subang dua periode tersebut. (wartasubang.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini