Ini Penjelasan Kementan Soal Telur Infertil

0
Foto: wiken

JAKARTA, PUTARAN.id– Telur infertil belakangan menjadi perbincangan ditengah-tengah masyarakat. Berbeda dengan telur pada umumnya, telur infertil memiliki warna yang lebih cerah.

Humas Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, Aryani Gumilar mengatakan, telur infertil biasa disebut juga telur HE (hatched egg) yang seharusnya tidak dijual sebagai telur konsumsi.

“Itu sangat rentan menjadi tampat tumbuh jamur dan bakteri sehingga menyebabkan telur cepat membusuk,” ujar Aryani seperti dilansir laman economy.okezone.com, Minggu (14/6/2020).

Aryani menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan telur infertil adalah telur yang tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan. Ia menambahkan, telur infertil bisa saja dikonsumsi karena dari kandungan gizi sama dengan telur ayam fertile.

“Kedua kategori telur tersebut sama-sama bisa dan aman untuk dikonsumsi, namun ada syaratnya. Telur infertil bisa dikonsumsi asal belum busuk,” ujarnya.

Sebab, kata dia, daya simpan telur fertil atau yang disebut telur HE (hatching egg) lebih pendek sehingga lebih cepat membusuk atau hanya bertahan 7 hari.

“Sedangkan telur ayam ras yang biasa dikonsumsi masyarakat serta dihasilkan peternak layer bisa bertahan selama 30 hari di suhu ruangan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini