PPKH Cugenang Cianjur Bantu Korban Kebakaran

0
Para Pendamping/SDM PKH Kec. Cugenang Kabupaten Cianjur berswafoto bersama korban kebakaran dan aparat terkait

CIANJUR, PUTARAN.id – Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur memberikan bantuan kepada salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran di Kampung Sukataris RT 02/04, Desa Cibulukan, Cugenang, Selasa (16/6/2020).

Selain memberikan bantuan kepada terdampak musibah kebakaran, para Pendamping/SDM PKH juga memberikan santunan kepada seorang warga yang tidak mampu yang berada di Desa Benjot Kecamatan Cugenang. Bantuan tersebut berasal dari iuran para Pendamping/SDM PKH di Kecmatan Cugenang yang kemudian menginisiasi untuk melakukan penggalangan dana kepada jajaran aparat dan staf desa.

Koordinator Kecamatan PPKH Kecamatan Cugenang, Yodi Ardiansyah mengatakan, kegiatan bakti social tersebut diinisiasi oleh PPKH Kecamatan Cugenang untuk salah seorang korban musibah kebakaran yang melanda Ebe (57) warga Kampung Sukataris.

“Musibah ini terjadi pada hari Selasa (9/6/2020) sekitar pukul 07.00 WIB. Alhamdulillah tidak ada  korban jiwa dalam peristiwa ini hanya saja luka bakar yang dialami ibu Ebe cukup serius sehingga memerlukan penanganan yang intensif,” ujar Yodi.

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan social kepada seorang warga yang tidak mampu di Desa Benjot yang sumbernya berasal dari hasil penggalangan dana para pendamping PKH dan jajaran aparat desa setempat.

“Ada seorang warga di Desa Benjot, Ibu Sarnasih (47) yang kehidupannya sangat tidak layak. Untuk ittu kami tergerak bersama teman-teman pendamping dan para donator yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk sama-sama kita bantu meringankan bebannya,” ucap Yodi.

Sementara, Kepala Desa Benjot, Sopyan yang turut serta dalam bakti social tersebut mengapresiasi apa yang dilakukan para SDM/ Pendamping PKH di Kecamatan Cugenang tersebut. Dia berharap agar kegiatan tersebut bisa menjadi motivasi bagi warga pada umumnya dalam hal tolong menolong.

“Tentu ini menjadi motivasi buat kami sendiri sebagai aparat desa sehingga warga miskin yang ada di desa kami sudah masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS, red). Mudah-mudahan nanti masuk kedalam program bantuan social, apapun itu bentuknya mau PKH ataupun Sembako,” pungkas Sopyan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini