Numpang di Teras Rumah Orang, Kepsek MI Darussalam Bantu Anak Yatim ini Hingga SLTA

0
Civitas akademik MI Darussalam saat memberikan santunan kepada siswa yatim di kediamannya

SUBANG, PUTARAN.id – Panasnya terik mentari di siang hari ini, Senin (29/6/2020) tak menghalangi seorang Ahmad, S.Pd.I, MM, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidiyah (MI) Darussalam, Pabuaran menuju Kampung Cilekor 1, Desa Kadawung Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.

Didampingi seorang staffnya, Khotim Farida, mereka menyusuri perjalanan sekitar satu kilometer ke salah seorang muridnya yang sudah ditinggalkan oleh ayah kandungnya, Nazwa Nuranisya yang kini duduk dibangku kelas VI MI Darussalam Pabuaran.

Ahmad dan rombongan diterima oleh Hana Rohana, ibu dari Nazwa Nuranisya yang kemudian dipersilakan masuk ke tempat tinggalnya yang hanya berukuran 4X2 meter. Ruangan itu, ternyata numpang di teras rumah salah seorang keluarganya, dengan kondisi alas ruangan plesteran dan dinding GRC. Mau tidak mau, ruangan yang sempit itu dipaksa cukup untuk tidur dan kebutuhan memasak. Untuk kebutuhan mandi dan buang air, mereka masih numpang di rumah keluarganya itu.

“Kedatangan kami kesini untuk memberikan santunan kepada murid kami yang menjadi anak yatim. Biasanya kami lakukan secara simbolis di sekolah, tapi kali ini kami sekalian ingin melihat kondisi keluarganya secara langsung,” ujar Ahmad kepada PUTARAN.id, Senin (29/6/2020).

Ia mengaku kaget, saat mendatangi kediamannya itu, ternyata keluarga tersebut tidak memiliki rumah dan hanya menumpang di emperan rumah saudaranya. Dengan rasa penuh prihatin, ia bertekad akan terus membantu anak yatim tersebut hingga ke jenjang SLTA.

“Selain memberikan bantuan seperangkat perlengkapan sekolah, kami juga akan membantu uang saku selama sekolah bahkan akan mengurus sekolahnya minimal sampai jenjang SLTA,” ungkap Ahmad.

Dirinya juga mendapat informasi bahwa keluarga tersebut belum tersentuh bantuan oleh pemerintah, termasuk bantuan social terdampak Covid 19 dan akan memfasilitasi agar masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS, red) di desa tersebut.

“Insya Allah kami juga akan fasilitasi untuk komunikasi dengan pihak desa apakah keluarga ini masuk DTKS atau tidak. Soalnya hingga saat ini mereka belum mendapatkan bantuan social dari pemerintah dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Dikatakan pemberian santunan kepada anak yatim di sekolah yang dibinanya itu sudah dilakukan selama delapan tahun berjalan dengan sumber anggaran yang didapatkan dari hasil infaq, shodaqoh dari guru dan siswa setiap hari Jum’at.

“Sementara ini saasaran bantuan hanya diberikan kepada siswa yatim. Tapi kedepan Insya Allah akan menyeluruh anak-anak yatim yang ada dilingkungan sekolah dan sekitarnya,” imbuhnya.

Selain memberikan bantuan perlengkapan sekolah dan uang saku kepada siswa yatim, MI Darussalam juga sudah menyalurkan bantuan kepada puluhan keluarga yang kurang mampu pada saat sebelum lebaran Iedul Fitri dalam bentuk sembako.

“Alhamdulillah, hasil dari infaq dan shodaqoh semua civitas akademik MI Darussalam, sudah kami salurkan kepada 75 keluarga dengan paket sembako berupa beras 5 Kg, minyak sayur dan gula pasir,” pungkasnya. (dhe)

loading...
Loading Facebook Comments ...