Mangkrak, Warga Desak Pembangunan Jembatan Penghubung Pusakanagara – Legonkulon Diselesaikan

0
Kondisi pembangunan jembatan gantung di Dusun Galian, Desa Patimban belum selesai. Akibatnya warga belum bisa memanfaatkannya

SUBANG, PUTARAN.id – Proyek pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Pusakanagara dan Legonkulon Kabupaten Subang yang berlokasi di Dusun Galian, Desa Patimban mangkrak sudah dua tahun.

Pantauan PUTARAN.id di lapangan, Rabu (1/7/2020) pengerjaan jembatan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah dari sumber dana APBD Provinsi Jawa Barat tersebut belum kunjung selesai dan dibiarkan terbengkalai.

“Iya, jembatan gantung ini sudah lama ditinggalkan oleh pemborongnya hampir dua tahun padahal kami masyarakat Dusun Galian sangat membutuhkan sekali jembatan tersebut, apalagi kalau musim hujan air sungai Cipunagara meluap kami sulit untuk menyebrang,” ujar warga Dusun Galian, Engkos kepada PUTARAN.id.

Prasasti peresmian pembangunan jembatan gantung sudah ada, tapi pekerjaan belum selesai dan belum bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar

Untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari, lanjut Engkos, masih menggunakan pola lama yakni menggunakan jasa penyebrangan menggunakan tali tambang.

“Kami minta kepada pemerintah secepatnya jembatan gantung itu segera diselesaikan kasian kepada anak sekolah apalagi di daerah Tanjung Jaya ada sekolah SMK mereka sering tidak masuk sekolah apabila Sungai Cipunagara meluap. Kalaupun dipaksakan juga bisa membahayakan nyawa,” lanjut Engkos.

Sementara, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK), Amat Suhenda menilai jika pengerjaan proyek jembatan gantung tersebut diduga dilakukan dengan asal-asalan.

“Jangankan di lewati kendaran bermotor, dilewati orang saja sudah goyang banget itu sangat membahayakan nyawa. Kemana pengawas dan konsultannya, kok seperti ada pembiaran ada apa dengan proyek jembatan gantung ini,” ujar Amat.

Dirinya mengaku heran jika proyek pembangunan jembatan gantung yang ada di Dusun Galian tersebut sudah ada prasasti peresmian dengan dibubuhi tanda tangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tertanggal 30 Desember 2019 sementara pekerjaan belum selesai.

“Logikanya sederhana, yang namanya sudah diresmikan berarti sudah bisa dipakai kegunaan dan manfaatnya oleh masyarakat tapi dalam kenyataanya masih belum juga bisa digunakan. Ini kan aneh sekali,” jelas Amat.

Dengan adanya temuan ini, kata Amat, pihaknya akan melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Barat terkait mangkraknya proyek jembatan gantung yang terletak di Dusun Galian Patimban tersebut.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini kami LSM Gerak akan segera melayangkan surat ke Pak Gubernur dan kita akan lakukan investigasi lebih jauh lagi,” tandas pria yang akrab disapa Amat Gerak ini. (sep)

loading...
Loading Facebook Comments ...