FKDT Jabar Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Koperasi

Jajaran Pengurus FKDT Jawa Barat dan Pengurus DPC se Jawa Barat

SUBANG, PUTARAN.id – Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) Jawa Barat akan menguatkan kemandirian ekonomi melalui koperasi yang akan dicanangkan pada tahun ini.

Hal itu tertuang dalam pembukaan Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) Jawa Barat dengan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-provinsi Jabar, di Hotel Puspasari, Ciater Subang, Sabtu (8/8/2020).

Ketua DPW FKDT Jawa Barat, Atep Abdul Ghofar mengatakan pihaknya akan mendorong penguatan ekonomi umat untuk memutus mata rantai kesenjangan di masyarakat melalui koperasi yang rencananya akan dilakukan oleh seluruh DPC FKDT se Jabar.

“Pendirian Koperasi ini agenda besar yang akan menjadi garapan FKDT Jabar di bidang ekonomi, sekaligus sebagai senjata untuk melindungi ekonomi pesantren dan pendidikan diniyah,” kata Atep.

Dikatakan Atep, penguatan ekonomi dengan sistem koperasi sangat cocok dan sesuai bagi karakter masyarakat Indonesia sebagai wadah pemberdayaan ekonomi umat.

“Karena bisa menjadi wadah untuk mengakomodir produk-produk UKM yang dimiliki oleh warga diniyah dan menambah kesejahteraan dewan Guru Diniyah, karena dengan konsep dari Diniyah, oleh Diniyah untuk Umat,” ungkapnya.

Selain koperasi, lanjut Atep, FKDT Jabar saat ini sedang memfokuskan program pemberdayaan umat melalui pengembangan Warung Diniyah (Wadin, red) yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni WadinNet (toko online), WadinMart (minimarket) serta Wardin yang ada di Diniyah atau sekitar Diniyah itu sendiri.

“Tiga konsep itu kana kita dirikan di tiap kecamatan se Jabar. Dalam konsep pemasaran ini kita akan lebih banyak produk yang kita miliki dengan nama WADIN (Warga Diniyah). Produk yang sekarang siap berupa Peci Hitam Wadin, Beras Wadin, Air Mineral Wadin, Sarung Batik Wadin, Tas Wadin, dan kerudung, pokoknya kami punya branding Wadin,” jelasnya.

Lebih lanjut Atep menjelaskan jika konsep ekonomi Wadin juga akan menekankan tanggung jawab sosial berbasis shadaqah.

“Jadi setiap konsumen yang belanja di Wadin bernilai shodaqoh karena kita sisihkan dari laba untuk dana sosial dengan konsep Belanja Sambil Shodaqoh. Jadi harapan kita dengan konsep itu sebagai langkah nyqtq untuk meletakkan pondasi ekonomi umat khususnya dalam wadah Organisasi FKDT,” pungkasnya. (dem)