Seleksi Daring Pascasarjana UIN Bandung Dinilai Carut Marut

0
Gedung Pascasarjana Kampus UIN SGD Bandung

BANDUNG,PUTARAN.id – Sejumlah calon mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung mengeluhkan pelayanan panitia seleksi yang dinilai tidak profesional.

Berdasarkan laporan yang dihimpun PUTARAN.id, Rabu (19/8/2020), sejumlah calon mahasiswa baru Pascasarjana mengeluhkan proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berbasis komputer atau daring yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi dikarenakan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

“Saya kira, UIN belum siap secara sistem dan panitia tidak ada persiapan yang matang mengenai tes PMB secara daring ini. Karena saat pengerjaan tes terus mengalami gangguan dan sistem tidak berjalan serta tidak terhubung ke server. Gangguan dan gangguan terus. Saya menanyakan langsung ke pihak panitia, malah tidak ada jawabannya,” ujar salah seorang peserta seleksi, Jamiludin.

Hal senada diungkapkan seorang peserta seleksi yang namanya enggan disebut. Ia menilai panitia seleksi Pascasarjana UIN Bandung tidak memiliki sistem yang baik sehingga bisa merugikan para calon mahasiswa baru.

“Sebetulnya kendala dalam PMB ini sudah muncul sejak awal yakni saat sesi pendaftaran beberapa kali diundur tidak sesuai jadwal. Kedua, ketika sudah diundur, pelaksanaannya malah carut marut karena sering gangguan server. Saya heran sekelas UIN Bandung yang kemarin baru mendapatkan predikat kampus terbaik PTKIN se-Indonesia menurut Webometrics, tapi ngurusin sistem seperti ini saja tidak selesai,” ujar sumber tersebut.

Sementara, seorang peserta lainnya yang juga enggan menyebut nama menilai jika UIN Bandung belum siap secara manajerial berbasis komputer.

“Apakah sebesar UIN yang kampus Negeri tidak sanggup membeli hosting yang besar dan mumpuni? Padahal yang daftar Pascasarjana hanya ratusan peserta. Apalagi kalau mau berbasis komputer untuk mahasiswa Strata 1 yang nyampai ribuan. Ini bagaimana,” keluh sumber tersebut.

Tim PUTARAN.id mencoba mencari informasi dan meminta klarifikasi dari beberapa nomor WhatsApp panitia yang tercantum dalam pamflet seleksi Pascasarjana UIN Bandung yang terpampang di akun Instagram @infopascasarjauinbdg.

Hingga berita ini dimuat, dari tiga nomor WhatsApp yang dihubungi, hanya satu yang memberikan respon terkait carut marutnya sistem seleksi Pascasarjana berbasis komputer tersebut.

“Mohon maaf, saya baru pulih setelah melahirkan. Saya tidak tahu teknis detailnya seperti apa, saya dari kemarin di Rumah Sakit,” jelas salah seorang panitia seleksi, Dieana. (ian)

loading...
Loading Facebook Comments ...