Bersama Masyarakat, PT Pertamina EP 3 Subang Gelar Pelatihan Penanganan Bencana

0
Suasana pelatihan penanganan bencana PT Pertamina EP Aset 3

SUBANG,PUTARAN.id– PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field (PEP Subang) menggelar Pelatihan Penanganan Bencana selama dua hari, Senin-Selasa (7-8/9/202) kemarin.

Menurut Manager PEP Subang Field, Djudjuwanto bahwa pelatihan tersebut merupakan sebuah respon atas kondisi Pandemi Covid 19 yang dampaknya tentu semakin menyadarkan jika bencana merupakan kondisi yang harus diantisipasi dan juga ditangani bersama.

“Konsep Pelatihan Penanganan Bencana ini berangkat dari kesadaran perusahaan bahwa pencegahan dan penanggulangan bencana juga perlu untuk dilakukan oleh semua pihak, khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja PEP Subang,” ujar Djudjuwanto kepada wartawan.

Dikatakan, seluruh kegiatan PEP Subang, senantiasa mengedepankan aspek health, safety, security, dan environment (HSSE).

“Tidak hanya dalam cakupan internal, melalui kegiatan Pelatihan Penanganan Bencana ini Perusahaan juga turut serta berpartisipasi aktif dalam membudayakan aspek HSSE kepada masyarakat luas,” tegasnya.

Pelatihan Penanganan Bencana ini, kata dia, merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengedukasi masyarakat yang tinggal di sekitar area perusahaan.

“Tentunya dengan tetap menerapkan protokol Covid-19, kami membekali perwakilan dari setiap desa ring 1 terkait bagaimana cara menangani bencana baik itu Covid-19, hingga bencana yang sehari-hari terjadi di lingkungan rumah tangga seperti kebakaran,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, PEP Subang memiliki wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Karawang dan Subang. Oleh sebab itu, lanjut dia, dalam giat Pelatihan Penanganan Bencana ini pihaknya juga bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang dan Karawang.

“Untuk itu, kami turut memberikan edukasi terkait bencana yang kerap terjadi di desa-desa sekitar wilayah kerja perusahaan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Legal & Relation Assistant Manager PEP Subang, Viona Amelia Resty. Menurutnya, paradigma penanggulangan bencana telah mengalami perubahan dari masa ke masa. Dahulu, kata dia, penanggulangan bencana hanya dilakukan saat ketika bencana terjadi dalam rupa kegiatan tanggap darurat.

“Nah, melalui Undang Undang Nomor 24 tahun 2007, penanggulangan bencana dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan yakni pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Dalam seluruh tahapannya, sinergi bersama merupakan kunci keberhasilan dari penanggulangan bencana,” jelas Viona.

Viona juga berpesan bagwa sinergitas bersama sejumlah pihak hari ini adalah kunci dalam penanggulangan bencana. “Kami berharap melalui kegiatan ini dapat bermanfaat dan juga diajarkan dan disosialisasikan kembali kepada masyarakat yang ada di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris BPBD Karawang, Supriatna mengatakan, hampir 50 persen kecamatan di Kabupaten Karawang memiliki potensi bencana.

“Karena yang namanya bencana itu tidak hanya mencakup alam, melainkan terbagi menjadi tiga, yakni bencana alam, bencana sosial, dan juga bencana non alam. Beragam upaya pun harus dilakukan untuk menghadapi serta menangani seluruh ragam bencana tersebut,” kata Supriatna. (Ade Mahmudin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini