Warga Desak Polres Subang Audit Bumdes Dwi Utama Mandiri Gambarsari

0
Kantor Bumdes Dwi Utama Mandiri Gambarsari yang kini berubah fungsi menjadi ruangan isolasi mandiri Covid 19

SUBNANG,PUTARAN.id – Warga masyarakat Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden mendesak agar pihak Kepolisian Polres Subang untuk segera mengaudit Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dwi Utama Mandiri Gambarsari.

“Kami berharap kepada penegak hukum dalam hal ini Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Subang segera mengaudit Bumdes Dwi Utama Mandiri Gambarsari, yang selama ini seperti tidak adanya pembinaan dan terkesan pembiaran dari Dispemdes Kabupaten Subang,” ujar seorang warga Gambarsari, Wawan Setiawan kepada PUTARAN.id, Selasa (29/9/2020).

Dikatakan, Bumdes Dwi Utama Mandiri Gambarsari ini sudah fakum dan terkesan amburadul. “Terbukti sampai sekarang kantornya tidak jelas, tidak adanya kegiatan. Bahkan Bendahara Bumdesnya saja menolak menandatangani SPJ, ini jelas bukti amburadulnya Bumdes Gambarsari,” imbuhnya.

Terpisah, mandulnya aktivitas Bumdes Dwi Utama Mandiri Gambarsari menuai banyak sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari BPD Gambarsari, Agus Gustia Yugana. Ia membenarkan jika Bumdes Dwi Utama Mandiri ini berjalan di tempat, seperti mati suri dan tidak ada aktifitas sama sekali.

“Sebetulnya kami pihak BPD sudah beberapa kali melayangkan surat kepada pengurus Bumdes maupun kepada Kepala Desa terkait kegiatan Bumdes, karena selama ini kami pihak BPD belum pernah menerima tembusan ataupun laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dari pengurus Bumdes,” jelas Agus.

Pihak BPD, lanjut Agus, pihaknya sudah meminta pertanggung jawaban dari pihak Bumdes terkait anggaran yang sudah di kucurkan sebesar 65 juta untuk modal awal pembentukan Bumdes dari angggaran Dana Desa (DD) Tahun 2017 dan pada tahun 2018 pihak Desa pun kembali memberikan suntikan dana penyertaan modal sebesar 50 juta bersumber dari Dana Desa (DD).

“Akan tetapi walaupun sudah di tambah modal usaha tetap saja tidak berjalan,” lanjut Agus.

Ia pun sangat menyayangkan tidak bisa berjalannya Bumdes Dwi Utama Mandiri tersebut terkait penggunaan anggaran yang nilainya ratusan juta rupiah tersebut.

“Apakah uangnya habis dipinjam seseorang untuk kepenting pribadi ataukah pinjamkan ke masyarakat. Kalau dipinjamkan ke masyarakat justru masyarakat mempertanyakan ke kami terkait uang Bumdes tersebut,” pungkasnya. (sep)

Loading Facebook Comments ...