PMII Jabar Menilai UU Cipta Kerja Ancam Masa Depan Berbagai Golongan

0
Ratusan massa dari PMII Jawa Barat saat berunjukrasa di halaman Gedung DPRD Jabar

BANDUNG,PUTARAN.id – Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jawa Barat, Fachrurizal, menolak keras UU Cipta Kerja yang ditetapkan oleh DPR RI pada Senin (5/10/2020) yang lalu.

“Pertama, karena ada banyak pasal dalam UU Cipta Kerja yang merugikan dan cenderung mengancam orang-orang tua kita di dunia pendidikan, buruh pabrik, petani, sampai mengancam lingkungan hidup kita kedepan,” ujar Fachrurizal saat menggelar aksi unjukrasa di Halaman Gedung DPRD Jawa Barat, Jum’at (9/10/2020).

Dikatakan, berdasarkan pengamatannya, UU Cipta Kerja memiliki sejumlah pasal bermasalah, seperti paragraf 12 tentang Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 65 ayat (1) dan (2) izin pendidikan melalui perizinan berusaha. Paragraf 5 Energi dan Sumber Daya Mineral pasal 39 ayat (1) tentang Pengenaan Royalti 0% (nol persen).

“Termasuk Pasal 64 yang merevisi UU No 18 Tahun 2012 yang memberi karpet merah kepada komoditas import, juga Pasal 88 yang berpotensi negatif terhadap penindakan korporat nakal,” jelas pria yang akrab disapa Frass ini.

Atas dasar hal tersebut, pihaknya mendorong kepada pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia agar mengupayakan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk semua pasal bermasalah bagi semua kelompok.

“Saya kira pasal dalam UU Cipta Kerja yang merugikan masing-masing elemen masyarakat perlu disuarakan, agar pemerintah tahu bahwa memang merugikan rakyatnya,” pungkasnya. (ade)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini