BEM Unisba Kecam Tindakan Represif Oknum Anggota Polisi

0
Konferensi pers BEM Unisba mengecam tindakan represif oknum anggota polisi

BANDUNG,PUTARAN.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Bandung (UNISBA) mengecam tindakan kekerasan dan pengrusakan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi pada Kamis (8/9/2020) malam yang lalu.

Hal itu menyusul tindakan refresif oknum anggota kepolisian yang diduga melakukan tindakan kekerasan dan pengrusakan pasca pengamanan aksi penolakan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Farhan, selaku perwakilan BEM Unisba menganggap bahwa tindakan pengrusakan dan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di Unisba sangat mencoreng institusi polisi yang seharusnya melindungi dan mengamankan situasi, bukan sebaliknya.

“Pertama, kami menyatakan sikap dan mengecam segala bentuk kekerasan dan pengrusakan yang diduga dilakukan oleh pihak oknum polisi,” ujar Farhan saat menyatakan sikap melalui konferensi pers di depan Gedung Kuliah Unisba, Jl. Tamansari 1, Kota Bandung, Sabtu (10/10/2020).

Dikatakan, tindakan kekerasan dan pengrusakan tidak dapat dibenarkan atas dasar dan alasan apapun karena bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia.

“Kedua, menuntut institusi Polri untuk melakukan permintaan maaf secara resmi di media Nasional karena tindakan yang dilakukan oleh oknum Institusi Polri telah mencederai harkat dan martabat seluruh civitas akademika Kampus Unisba,” tandas Farhan.

Ia menjelaskan, saat peristiwa itu terjadi, massa aksi yang tergabung dalam massa Aliansi Mahasiswa Unisba tersebut telah tarik barak dan membubarkan barisan pada pukul 16.00 WIB. Hingga pukul 17.00 massa aksi dari Unisba sudah berkumpul di dalam kampus serta tidak mengikuti aksi sampai malam hari.

“Perlu diketahui, kami tidak mendeklarasikan kampus Unisba sebagai titik evakuasi massa aksi yang dilakukan oleh berbagai aliansi massa lainnya. Kami hanya mengkhususkan kampus Unisba sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa-mahasiswa Unisba saja,” jelas Farhan.

Terakhir, kata Farhan, pihaknya meminta agar institusi Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta meminta oknum pelaku penyerobotan, pengrusakan dan penganiayaan untuk segera diproses secara hukum dan diberikan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku. (ian)

loading...
Loading Facebook Comments ...