Front Rakyat Menggugat Omnibus Law Kembali Turun Ke Jalan

0
Massa Aksi Buruh dan Mahasiswa Menolak Disahkannya UU Cipta Kerja Omnibus Law

BANDUNG,PUTARAN.id,- Dalam perjuangannya terhadap penolakan Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan, Front Rakyat Menggugat Omnibus Law kembali turun ke jalan dan mengerahkan massa aksi di Jl. Raya Persimpangan Cileunyi, Bandung, Selasa (20/10/2020).

Titik kumpul massa aksi dimulai di simpang Tol Cileunyi dan melakukan Long March berputar ke PT. Kahatex sampai kembali lagi ke persimpangan Tol Cileunyi untuk penyampaian aspirasi.

Salahsatu orator massa aksi Bung Dayat menyampaikan bahwa aksinya ini aksi yang kedua kalinya setelah beberapa waktu lalu juga turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi tentang penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Dayat juga menyampaikan bahwa aksinya ini aksi terpimpin, damai dan murni hanya ingin menyampaikan aspirasi.

“Saya yakin, kawan-kawan yang aksi hari ini sudah paham tentang UU Omnibus Law yang sudah disahkan, yang 85% nya UU ini jelas mendeskriditkan hak para kaum buruh dan komponen rakyat lainnya,” tandas Dayat dalam orasinya.

“Massa aksi kita massa damai, dan kami bukan provokasi kerusuhan. Yang provokasi itu anggota DPR dan Pemerintah yang telah mengesahkan UU Omnibus Law di tengah-tengah masa Pandemi. Bukannya ngurus Pandemi, ini malah mensahkan UU Omnibus Law, dan itu namanya provokasi,” lanjut Dayat.

Selain itu, tujuan aksi ini bermaksud memberikan sinyal kepada pemerintahan pusat dan daerah, bahwa perlawanan dari Mahasiswa dan Buruh masih ada dan belum berakhir. Mahasiswa dan Buruh akan terus berjuang untuk berusaha membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan.

“Buruh dan Mahasiswa harus terus berjuang mempertahankan hak-haknya, seperti turun ke jalan Provinsi yang dilakukan di beberapa titik untuk mengkampanyekan tentang penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja,” ujar Aji gunawan salahsatu pimpinan Front Mahasiswa Nasional (FMN) yang tergabung dalam massa aksi kepada PUTARAN.id

Aji juga menjelaskan, bahwa semakin banyak percikan-percikan aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Buruh, maka cepat atau lambat akan menimbulkan percikan yang besar untuk perlawanan dan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Aksi saat ini tujuan kami bukan ke DPRD atau Pemerintah, tapi aksi kami dijalanan ini sengaja karena ingin memberikan sinyal, bahwa perlawanan masih ada,” tutup Aji.

Massa aksi menyelesaikan aksi dan orasi damai nya sampai pukul 16.30 WIB. Setelah itu massa yang berjumlah ratusan orang itu membubarkan barisan dengan tertib. (Ryan Sevian)

Loading Facebook Comments ...