Nelayan Genteng, Tolak Kedatangan Nelayan Brebes

0
Masyarakat dan nelayan Genteng saat membersihkan ikan Tripang

SUBANG, PUTARAN.id,-  Kehadiran nelayan yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah, di perairan laut Genteng, Patimban, Kabupaten Subang mendapatkan penolakan keras dari nelayan dan masyarakat sekitar (18/11/2020).

Dasar dari penolakan tersebut yaitu terkait alat tangkap yang digunakan oleh nelayan dari Brebes itu berupa Garok, alat yang tidak ramah lingkungan dan merusak biota laut.

“Nelayan dan masyarakat sekitar Genteng ini bukanya menolak kedatangan rekan nelayan dari Brebes, akan tetapi masyarakat dan nelayan disini menolak alat tangkap yang mereka (nelayan dari Brebes) gunakan berupa Garok. Karena selain alat tangkap Garok ini dilarang oleh pemerintah, juga akan merusak biota laut,” kata ketua TPI Mina Misaya Guna Unit Genteng, Johari, kepada PUTARAN.id.

“Mereka bukan menangkap ikan seperti nelayan lainnya, akan tetapi yang mereka tangkap juga jenis ikan Tripang, sedangkan Tripang tersebut jenis ikan yang dilindungi oleh pemerintah,” lanjutnya.

BACA JUGAMayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Perairan Patimban

Johari juga menjelaskan bahwa ikan Tripang ini merupakan jenis cacing laut yang bisa menyuburkan tanah, sedangkan kotoran Tripang ini merupakan makanan ikan-ikan kecil. Apabila jenis Tripang ini habis, otomatis ikan-ikan yang dulunya mencari makanan di tempat tersebut akan hilang dan itu akan merugikan nelayan Genteng, karena akan bisa menghasilkan pendapatannya menurun.

Hal lain juga diungkapkan oleh salah satu Tokoh Nelayan Genteng, Ened Junaedi, menurutnya masyarakat tidak pernah menolak dan melarang ketika nelayan diluar daerah masuk kawasan Genteng. Karena Ened merasa sesama nelayan dan mencari rezeki di laut. Tapi ia juga melanjutkan, asalkan nelayan-nelayan tersebut bisa mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kita mencari rezeki di laut, ya, kita juga harus menjaga lingkungan di laut. Jangan sampai merusak biota laut, apabila lingkungan laut dirusak, yang rugi, ya, kita-kita semua sebagai nelayan,” imbuh Ened.

BACA JUGARangkul Pemuda Kampung, IPNU-IPPNU Subang bersihkan Pantai Patimban

Ketika nelayan Genteng melakukan penolakan atas kehadiran nelayan Brebes, semata-mata hanya karena ingin melindungi lingkungan di laut dari kerusakan.

“Nelayan Brebes itu bukannya memelihara lingkungan laut, malah justru merusak biota yang ada di laut. Oleh karena itu, kami setuju apabila nelayan Brebes segera berangkat dari laut Genteng, kecuali mereka (nelayan Brebes) tidak lagi menggunakan alat tangkap berupa Garok dan diganti dengan alat tangkap ramah lingkungan,” tutup Ened. (sep)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini