Polres Sumedang Ungkap Pengedaran Narkotika

0
AKBP. Eko Prasetyo Robbyanto (tengah) saat memperlihatkan bukti kepada awak media

SUMEDANG, PUTARAN.id- Dalam jumpa pers yang dilakukan oleh Polres Sumedang, AKBP. Eko Prasetyo Robbyanto, selaku Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumedang, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan sekitar 10 orang tersangka yang diduga sebagai pengguna dan pengedar barang terlarang berupa narkotika dan obat-obatan terlarang, Kamis (10/12/2020).

BACA JUGA:

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan dengan waktu dan tanggal berbeda.

AKBP. Eko menyebutkan hal itu terjadi pada tanggal 6 Oktober 2020, 9 November 2020, 10 November 2020, 13 November 2020, 19 November 2020, dan 21 November 2020, yang terjadi di Kecamatan Jatinangor, Cimanggung, Sumedang Utara, Cisitu, Paseh, dan Kecamatan Ujung Jaya.

“Sebanyak 10 tersangka sudah kami amankan,” kata AKBP Eko.

AKBP. Eko menyebutkan ke 10 tersangka itu dengan inisial serta penggunaan obat terlarangnya. Diantaranya, yaitu: C.S, D.U, M.A, B.B, D.H, H.E (Narkotika jenis sabu).
D.M.I, R.T.S, M.S.S (Narkotika Sintetis/tembakau gorila)
N.A (obat keras).

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu: Narkotika jenis sabu sebanyak enam paket, dengan berat kotor 5,93 gram. Narkotika Sintetis (tembakau gorila) sebanyak tiga paket, dengan berat kotor 4,27 gram. Obat keras sebanyak 28.780 butir (Hexymer 2 Trihexyphenidyl 2 mg, Tramadol HCL 50 mg Trihexyphenidyl tablet 2 mg).

“Kami juga mengamankan barang-barang yang ada kaitannya dengan tindak pidana tersebut. Seperti Sembilan buah handphone, satu set alat hisap sabu, tiga buah pipet kaca, satu buah tas selendang, satu buah dompet, satu buah wadah kacamata, dan satu buah topi,” imbuh AKBP. Eko.

BACA JUGA:

Pasal-pasal yang akan diterapkan dalam kasus ini, yaitu:

Narkotika jenis sabu.

Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI NO 35 tahun 2009, tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah).

Narkotika Sintetis/tembakau gorila.

Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI NO 35 tahun 2009, tentang Narkotika, tentang Narkotika Jo Permenkes No.5 tahun 2020, tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah).

Obat keras

Pasal 197 dan atau Pasal 196 UU RI NO 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

 

Pewarta: Ryan Sevian

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini