Bentuk Protes, Warga di Subang Tutup Akses Jalan

0
Proses penutupan jalan

SUBANG, PUTARAN.id- Warga di Desa Cidadap, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, menutup akses jalan Kampung Tegalsalam menuju kantor camat Pagaden barat, dengan tumpukan matrial, dan penanaman pohon pisang, Kamis (10/12/2020).

Hal itu merupakan bentuk protes dari warga sekitar terhadap para pengusaha kandang ayam yang berada di kawasan tersebut, yang dianggap kurang peduli terhadap lingkungan sekitar.

BACA JUGA:

Amat Suhenda, selaku warga sekitar menganggap limbah kotoran ayam sudah semakin menyengat dan sangat mengganggu warga sekitar. Selain itu, Amat juga menyoroti dengan rusak parahnya akses jalan menuju kantor camat Pagaden Barat akibat dari keluar masuknya setiap hari puluhan mobil besar pengangkut pakan dan ayam.

“Ini bentuk protes kami warga Desa Cidadap terhadap para pengusaha kandang ayam. Kami bersama warga Cidadap untuk sementara akan menutup akses jalan menuju perusahaan kandang ayam, sebelum tuntutan kami direalisasikan oleh para pengusaha peternak ayam,” kata Amat Suhenda yang juga sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) kepada PUTARAN.id.

“Warga akan terus memprotes keberadaan belasan kandang ayam yang berdiri di lahan sawah produktif, yang sampai sekarang semua pengusaha kandang ayam kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Apabila para pengusaha tetap tidak mengindahkan tuntutan warga, untuk memperbaiki akses jalan tegal salam dan memperbaiki blower kandang ayam, maka warga akan berdemo terkait keberadaan kandang ayam,” jelas Amat Gerak.

BACA JUGA:

Sementara, Ade Alan Suherlan, Ketua Tunas Karya Kampung Sukamahi, Desa Cidadap, mengharapkan kepada pihak pengusaha kandang ayam untuk bisa memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan, terutama terhadap warga Kampung Sukamahi. Selanjutnya, Ade juga akan melayangkan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup, DPRD dan Bupati Subang, untuk mengkaji kembali keberadaan kandang ayam di Desa Cidadap.

“Kandang ayam yang berdiri di tanah sawah produktif, apakah para pengusaha tersebut mengantongi izin amdal atau tidak, dan apabila para pengusaha kandang ayam tidak mengantongi izin amdal, maka kami minta supaya pihak terkait menutup kandang ayam tersebut,” sebut Ade.

Ketika di komfirmasi PUTARAN.id, Kepala Desa Cidadap, Taswan Sucipto, selaku pihak yang mempunyai prioritas dan kebijakan tertinggi di Desa Cidadap, membenarkan permasalahan yang ditimbulkan akibat dari dampak perusahaan kandang ayam yang berada dikawasan Desa Cidadap.

“Baik bau busuk dari limbah kotoran ayam dan rusaknya infrastuktur jalan, untuk sementara ini memang pihak perusahaan belum ada kontribusi apapun terhadap masyarakat yang terdampak bau busuk limbah ayam. Terutama perbaikan akses jalan tegal salam yang menuju kantor kecamatan,” jelas Taswan.

 

Pewarta: Asep Hidayat
Editor: Ryan Sevian

loading...
Loading Facebook Comments ...