Bantuan Perahu untuk Nelayan Terdampak Pelabuhan Patimban Tak Laik Pakai

0
Ini perahu pemberian dari Kementrian Perhubungan. Kondisi bodynya sudah keropos

SUBANG, PUTARAN.id – Bantuan perahu dari Kementrian Perhubungan (Menhub) untuk nelayan terdampak Pelabuhan Internasional Patimban Kabupaten Subang ternyata kondisinya tidak laik pakai.

Selain tidak dilengkapi alat tangkap, kondisi perahu dan mesinnya sudah dimakan usia sehingga akan diberlakukan bagi nelayan jika perahu tersebut digunakan untuk melaut.

BACA JUGA:

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Misaya Guna Trungtum, Muhammad Rusdi mengatakan, bantuan perahu untuk nelayan terdampak pelabuhan patimban yang diberikan oleh Kementrian Perhubungan saat membebaskan beroprasinya pelabuhan Patimban beberapa hari yang lalu. TAPI sangat disajikan kondisi perahu tersebut tidak bisa dioprasikan dan tidak melayani.

“Terus terang, tidak kami menolak memberikan bantuan dari pemerintah, dalam hal ini Menteri Perhubungan. Tapi kalau kondisi perahu gini buat apa kami terima. Walaupun bekas, ya jangan seperti ini. Minimal 75 persen dan layak dipakai untuk melaut,” ujar Rusdi kepada PUTARAN.id, Selasa (22/12/2020).

Dikatakan, pihaknya merasa kecewa atas pemberian bantuan perahu kepada nelayan terdampak Pelabuhan Patimban tersebut. Pihaknya merinci, kelaiakn perahu diperkirakan 30 persen, body perahu sudah banyak yang keropos, mesin perahu sudah rusak dan tidak dilengkapi dengan alat tangkap.

BACA JUGA:

“Buat apa perahu itu diberikan ke kami kalau pada akhirnya tidak bisa dipakai. Lebih baik tidak dikasih sama sekali. Masa sekelas Kementrian tidak mampu memberikan perahu baru ke kami lengkap dengan alat tangkapnya. Tapi ionisnya, pihak kementrian sudah melaporkan ke Presiden terkait bantuan perahu ini saat launching beroperasinya Pelabuhan Patimban kemarin,” tandas Rusdi.

Hal senada diungkapkan Ketua KUD Mina Misaya Guna 2 Genteng Patimban, Johari. Ia mengatakan, awalnya pihaknya sangat senang jika pemerintah akan memberikan bantuan berupa perahu untuk nelayan sebanyak 5 unit dari Kementrian Perhubungan yang tentunya akan membantu nelayan terdampak Pelabuhan Patimban.

“Tapi sebenarnya perahu yang kami terima itu ternyata perahu bahkan tidak pakai. Sebenarnya tidak apa-apa bekas juga kalau kondisinya masih laik pakai. Tapi ini tidak,” ujarnya.

Sebelumnya, lanjutJohari, pihaknya mendapat informasi bahwa para nelayan akan mendapat bantuan perahu sebanyak 5 unit dari pememerintah mulai ukuran 11 – 26 Gerostone (GT).

Tetapi yang ada cuma 4 unit itu, juga keadaannya sudah rusak, sedangkan yang satunya lagi ukuran 26 GT sudah karam di laut ketika akan dibawa ke Patimban,” pungkasnya.

(sep)

Loading Facebook Comments ...