UK dan UE AKhirnya Sepakati Perjanjian Dagang Pasca Brexit

0
Perdana Menteri Inggris, Borish Johnson, berbicara dalam jumpa pers di Downing Street London. (sumber: AP News)

PUTARAN.id – Setelah melalui negosiasi yang alot, akhirnya pada Kamis (24/12), United Kingdom (UK) dan Uni Eropa (UE) mencapai kesepakatan dagang bersejarah pasca Brexit.

Dari masing-masing delegasi negosiator, akhirnya mencapai kesepakatan untuk terus melakukan hubungan dagang antara kedua belah pihak dengan tujuan mencegah kekacauan ekonomi pada masa mendatang. Serta memberi ukuran yang pasti terhadap nasib bisnis ekonomi pasca ketegangan Brexit selama bertahun-tahun ke belakang.

Perjanjian tersebut akan memastikan UK dan 27 negara blok lainnya, untuk terus dapat melakukan hubungan dagang tanpa tarif atau pajak, setelah UK sepenuhnya bebas dari UE.

“Kami telah mengambil kembali kendali atas hukum dan nasib kami,” cuatan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang merupakan salah satu delegator UK, saat memposting foto dirinya di media sosial, dengan mengacungkan jempol.

Borish Johnson, yang mempertaruhkan karier dan reputasinya untuk mengekstraksi negara dari UE, mengatakan UK akan selalu menjadi teman dan mitra yang kuat bagi UE.

“Meskipun kami telah meninggalkan Uni Eropa, negara ini (UK) akan tetap melekat secara budaya, emosional, historis, strategis, dan geologis pada Eropa,” katanya.

BACA JUGA:

Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Inggris, UK Mengungkap Dua Kasus Berkaitan dengan Afrika Selatan

Komisi Presiden UE, Ursula von der Leyen mengatakan bahwa walau hal itu tidak sepenuhnya memuaskan satu sama lain, tapi kesepakatan memang sudah disepakati.

“Itu adalah jalan yang panjang dan berliku, tetapi kami telah mencapai kesepakatan yang baik untuk dilakukan,” tandasnya saat dilansir melalui AP News, Jum’at (25/12/2020).

Terlepas dari kesepakatan itu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang perjanjian ini. Termasuk dalam kerjasama keamanan antara UK dan UE. Von der Leyen mengatakan bahwa dia merasa cukup puas, walau sepenuhnya tidak memuaskannya.

“Saya tahu ini adalah hari yang sulit bagi sebagian orang. Dan kepada teman-teman kami di Inggris Raya, saya ingin mengatakan, perpisahan adalah kesedihan yang manis,” Ujarnya.

Dari Kanselir Jerman, Angela Markel, mengatakan bahwa persatuan mungkin akan membuat seluruh negara bagian UE mendukung kesepakatan tersebut.

”Saya sangat optimis bahwa kami dapat memberikan hasil yang baik disini,” tandasnya.

Sebuah kompromi akhirnya mencapai level masalah yang rumit, dimana secara ekonomi menghadapi permasalahan kecil, namun besar secara simbolik. Khususnya dalam hak perairan sebagai poin akhir. Negara-negara maritim UE berusaha untuk tetap mempertahankan aksesnya ke perairan di UK, tempat dimana mereka memperoleh hasil laut selama bertahun-tahun.

Berdasarkan kesepakatan ini, UE akan menyerahkan seperempat bagian tangkapannya dari perairan UK, jauh lebih sedikit dari 80% yang awalnya diminta UK. Sistem ini akan diterapkan secara bertahap selama lima setengah tahun setelah perjanjian itu. Selanjutnya nilai perjanjian itu akan dipertimbangkan kembali.

UK akan tetap menjadi bagian dari pasar tunggal dan serikat pabean UE selama sebelas bulan periode transisi pasca Brexit. Akibatnya, banyak orang yang harus memperhatikan sedikit dampak pasca dari terjadinya Brexit.

Misalnya, warga negara UE tidak akan dapat lagi tinggal dan bekerja di UK tanpa visa. Sebaliknya, warga UK tidak dapat lagi bekerja atau pensiun secara otomatis di negara-negara UE. Dan begitupun dalam hal eksportir dan importir juga, akan dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, negara-negara anggota UE serta parlemen UK dan UE masih perlu menindak lanjuti perjanjian tersebut. Begitupun dengan Perancis, salah satu negara yang telah lama dipandang sebagai penghalang terberat UK dalam mencapai kesepakatan.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap pada keteguhannya.

“Persatuan dan keteguhan Eropa telah terbayarkan,” pungkas Emmanuel Macron.

(may/ryn)

loading...
Loading Facebook Comments ...