LP2AS Berikan Pendidikan Politik untuk Mahasiswa di Bandung

0
Ketua Lembaga Peduli Pendidikan, Agama dan Sosial (LP2AS), Doris Hadidi (Kanan) saat menyerahkan cinderamata kepada salah seorang Narasumber Seminar Budaya Politik dan Sosialisasi Undang-undang Politik

BANDUNG,PUTARAN.id – Lembaga Peduli Pendidikan, Agama dan Sosial (LP2AS)
menggelar Seminar Budaya Politik dan Sosialisasi Undang-undang Politik di
RM Raja Ayam Jl. Raya Pacet-Cikoneng, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung,
Selasa (29/12/2020).

Seminar tersebut diikuti oleh puluhan peserta delegasi dari beberapa kampus
yang ada di Kabupaten Bandung. Turut hadir juga sebagai nara sumber
perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik (Bakesbangpol) serta turut dihadiri oleh Koordinator Wilayah
(Korwil) Program Keluarga Harapan (PKH) Jawa Barat, Ahmad Labudi.

“Tujuan dari kegiatan ini semata-mata ingin menggugah nalar intelektualitas
mahasiswa dan pemuda serta kesadaran sebagai entitas masyarakat yang peduli
terhadap kondisi politik di Indonesia, khususnya Kabupaten Bandung,” ujar
Ketua LP2AS, Doris Hadidi kepada PUTARAN.id.

BACA JUGA:
Bersama Kesbangpol, PP-IPMAKAB Gelar Seminar Pendidikan Dan Politik

Pospera Subang Gelar Saresehan Politik Aktivis Muda

KNPI Indramayu Sambut Baik Netralitas PCNU Dalam Pilkada

Ia mengatakan, peran serta masyarakat, khususnya kaum milenial dalam hal
ini mahasiswa sangat berpotensi sebagai kelompok masyarakat dalam
memposisikan politik sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena diakui atau tidak, sistem Negara kita mendorong kita untuk kearah
sana (politik, red). Kalau kita saja apatis terhadap sosio politik, mau
jadi apa Negara kita kedepan. Untuk itu, kami tekankan dan arahkan agar
para mahasiswa ini paham betul terkait dengan politik di Indonesia,”
jelasnya.

BACA JUGA:

Sambut Raperda Pesantren, PMII Jabar: Pesantren Bukan Komoditas Politik

Jelang Pilkada Serentak, Gusdurian Bandung dan Bawaslu Jabar Jalin kerjasama

Konsolidasi Politik, Gema Ormas MKGR Jawa Barat Keluarkan Pernyataan Sikap

Ia menegaskan jika kegiatan ini jangan diartikan sebagai pemahaman politik
dalam arti sempit, seperti halnya hanya sebatas keterlibatan dalam tatanan
politik praktis, pilkada, ataupun pemilihan legislatif. Lebih jauh dirinya
menempatkan pendidikan politik ini dalam pengertian yang lebih luas.

“Artinya, ketika masyarakat sudah dihadapkan dengan politik praktis, mereka tidak lagi terjebak dalam persoalan kalah dan menang. Masyarakat akan melihat bahwa siapapun yang terpilih dalam kontestasi politik, pasti akan membawa perubahan. Itu essensinya,” pungkasnya. (ade)

loading...
Loading Facebook Comments ...