Mengintip Program Pemberdayaan Muslimat NU Subang dengan Pendistribusian Garam Beryodium

0
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Subang, Hj. Iis Salamah (paling kanan) bersama jajarannya saat proses distribusi garam beryodium di Kantor PCNU Subang

SUBANG,PUTARAN.id – “Eknomi Meningkat, Muslimat Sehat, Organisasi Kuat”. Slogan itulah yang saat ini tengah dikampanyekan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Subang dalam rangka mengembangkan sumberdaya anggotanya hingga ke Pengurus Ranting (Desa).

Dalam program pemberdayaan tersebut, PC Muslimat Subang yang di gawangi oleh Hj. Iis Salamah tersebut mendistribusikan garam beryodium yang berkualitas dengan melibatkan seluruh komponen Muslimat baik tingkat PC, PAC hingga pengurus ranting yang berada di tiap desa se Kabupaten Subang.

Hj. Iis Salamah menyebut, distribusi garam beryodium tersebut dilakukan atas kerjasama dengan pemerintah bersama semua komponen di Muslimat NU mulai dari Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Barat.

BACA JUGA:
Program di Masa Pandemi, Muslimat NU Subang Bagi-bagi Sayuran dan Sembako

Memaknai Hari Ibu Ditengah Pandemi Covid 19

Resmi Dilantik, Pengurus NU Pagaden Barat Diminta Sinergis dengan Pemerintah

“Kita hanya mendistribusikan kepada PAC (tingkat kecamatan, red) sehingga akan tersampaikan ke pimpinan ranting (desa),” ujar Hj. Iis saat berbincang dengan PUTARAN.id di Kantor PCNU Subang, Jl. Darmodiharjo, No.4 Kelurahan Sukamelang, Subang, Jum’at (1/1/2021).

Dikatakan, program distribusi garam beryodium yang didatangkan dari PT. Garam Indonesia Persero tersebut dilakukan secara bertahap dan penyalurannya dipusatkan di tiga zona, yakni zona tengah bertempat di Kantor PCNU Subang, Zona Selatan di PAC Muslimat Jalancagak dan Zona Utara di PAC Muslimat Pamanukan dari total 30 ribu paket garam beryodium.

“Alhamdulillah 20 ribu paket sudah kami salaurkan di hari kemarin, Sabtu (31/12/2021). Rencana nanti tanggal 7 Januari 2021 kita akan salurkan sebanyak 10 ribu paket garam,” jelas Hj. Iis.

Ia mengatakan, distribusi garam yang dilakukan memiliki kandungan yodium tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk masyarakat, terutama untuk menghindari dari penyakit kelenjar tiroid atau gondok. Selain itu, program tersebut juga karena bisa membantu petani garam dari cengkraman tengkulak.

BACA JUGA:
Terpilih Kembali, ini Agenda Iis Salamah Nahkodai Muslimat NU 5 Tahun Kedepan

FKDT Jabar Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Koperasi

Peringati Hari Ibu, TP-PKK Sumedang Adakan Kegiatan Disiplin Pakai Masker

“Karena saat ini banyak masyarakat yang terkena penyakit gondok karena kekurangan yodium. Selain itu memang kita secara tidak langsung membantu para petani garam yang tidak berdaya karena cengkraman tengkulak yang jelas-jelas merugikan petani garam,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Hj. Iis, pihaknya juga memberikan edukasi kepada para penerima garam beryodium tersebut terkait dengan tata cara menggunakan garam beryodium itu yang baik dan benar.

“Kami hanya ingin mengatakan bahwa menggunakan garam itu jangan dalam posisi masakan sedang mendidih, karena akan menghilangkan kadar yodiumnya. Yang baik itu, menggunakan garam setelah masakan itu matang dan sudah diangkat atau dalam proses pendinginan,” pungkasnya. (ade)

loading...
Loading Facebook Comments ...