Tanggapi Pembubaran FPI, Amien Rais Ingatkan Kisah Fir’aun

Screeshot Amien Rais melalui kanal youtube pribadinya, Amien Rais Official

JAKARTA, PUTARAN.id – Menanggapi atas pembubaran Front Pembela Islam ( FPI ) yang dilakukan oleh 6 Kementerian / Lembaga Negara, Amien Rais mengingatkan dan mewanti-wanti kepada Pemerintah Jokowi tentang kisah lama kelakuan Fir’aun yang ganas kepada masyarakat Mesir.

BACA JUGA:

Hal itu disampaikan melalui kanal youtube, Amien Rais Official, pada Kamis (31/12/2020) kemarin.

“Ini wanti-wanti saya pada pak Jokowi, bahwa ketika Firaun itu mengganas di Mesir, Biadab sekali. Ada seorang beriman yang mengingatkan, hei Firaun dan konco-konconya, kamu jangan biadab, jangan membunuh orang semaumu,” kata Amien menerangkan.

Selanjutnya, Amien memperjelas kejadian itu dengan ayat Al-Qur’an surat Ghafir ayat 44, tentang orang beriman yang mengingatkan yang menyebutkan ke Fir’aun sebagai orang dzalim dan akan mengingat tentang apa yang dibicarakannya, bahwa nanti pada saat Fir’aun akan diganjar dengan memilih oleh Allah. Karena sebenarnya Allah maha lihat lagi maha melihat apa-apa yang telah dilakukan oleh Fir’aun.

“Jadi, kepada Jokowi, saya tahu bahwa tidak ada lagi pengadilan HAM berat itu, karena 6 laskar FPI itu sudah sejak semula diframe sebagai teroris. Karen itu anda (Jokowi), gagal melampaui ujian berat yang pertama,” sebutnya.

Amien menunggu-nunggu seperti apa pengadilan tentang pelanggaran HAM berat itu. Ternyata menurutnya ke-tujuh anggota Komnas HAM juga False Hope, tidak sesuai dengan harapan.

BACA JUGA:

Amien juga menjelaskan tentang kasus Korupsi Bansos Menteri Sosial yang dianggapnya tidak sesuai dengan harapan.

“Jadi, saya hanya mengingatkan, yang kaya begini ini, kalau mau diteruskan monggo. Silahkan gasspoll, silahkan terus, ya. Urusan anda pak Jokowi dan teman-teman, juga Mahfud, ya, yang kemarin ngomong itu. Urusannya langsung pada Allah,” sebut Amien.

Kemudian Amien mengingatkan kepada Pemerintah Jokowi setelah 3 tahun kepemimpinannya nanti di akhir 2024 untuk melihat apa yang sudah menjadi keputusan-keputusannya. Tapi bagi Amien, hal itu sudah terlambat.

“Ini maui-wanti saya, mau diterima monggo, mau dibuang, diremehkan, saya juga tidak ada masalah. Tugas saya adalah mengingatkan,” pungkas Amien.

(ryn)