Sejak Rumahnya Ludes Terbakar, Satu Keluarga ini Terpaksa Tinggal di Emperan

0
Lia dan ketiga anaknya saat foto bersama di rumahnya

SUBANG, PUTARAN.id – Sejak rumahnya habis terbakar pada Minggu (25/10 2020), Saprudin bersama istri dan ke tiga anaknya, warga Dusun Sukamulya, Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, terpaksa harus tidur di emperan bekas rumahnya yang terbakar.

BACA JUGA:

Lia selaku istri Saprudin kepada kepada PUTARAN.id menjelaskan bahwa memang benar sejak rumahnya terbakar, Saprudin beserta tiga anaknya terpaksa harus tidur di emperan rumahnya.

“Semua harta benda baik motor, sepeda, termasuk mesin penetas itik satu-satunya, usaha keluarga habis terbakar. Hanya emper ini saja yang tersisa yang sekarang kami tempatin untuk berteduh, dan itupun kalau turun hujan kehujanan,” kata Lia, Minggu (3/1/2021)

“Ya, yang kasian anak-anak kami, gak bisa tidur karena kedinginan,” lanjutnya.

Lia menyebutkan bahwa keluarganya masih belum mampu bisa. Hal itu dikarenakan faktor ekonomi yang tidak memadai.

“Jangankan untuk kembali membangun rumah, untuk makan sehari-hari pun susah,” sebut Lia.

BACA JUGA:

Lia menjelaskan bahwa sejak rumahnya kebakaran, suaminya tidak bekerja. Sebelum rumahnya kebakaran, Lia menyebutkan bahwa suaminya mempunyai usaha kecil-kecilan  penetasan itik dan pembuatan telor asin. Sewaktu kebakaran, semua telor dan mesin penetasan habis terbakar.

“Untuk sementara, beli bata, hebel, dan pasirpun uangnya dapat bantuan dari sekolah anak dan tetangga, sedikit sedikit kami kumpulkan. Mudah-mudahan kedepannya ada rejeki, dan suami bisa nyari kerja kembali, biar secepatnya kami bisa membangun rumah kembali, minimal bisa layak huni,” pungkas Lia.

M Sueb, selaku Kepala Desa (Kades) Rancadaka, menyebutkan bahwa pihak desa sudah mengajukan proposal bantuan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang. Akan tetapi, sampai sekarang belum juga menerima jawaban.

“Saya juga berharap agar pengajuan proposal tersebut secepatnya ditindaklanjuti dan di realisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya Dinas Sosial,” jelas M Sueb.

(asp/ryn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini