Banjir Bandang di Subang, Warga Tuding Akibat Dampak Pembangunan Proyek

0
Banjir bandang yang telah merendam 15 Hektar empang siap panen, 5 hektar sawah, dan merendam 20 rumah warga, Dusun Gembor 3, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang

SUBANG, PUTARAN.id – Banjir bandang yang telah merendam 15 Hektar empang siap panen, 5 hektar sawah, dan merendam 20 rumah warga, Dusun Gembor 3, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang pada Minggu (3/1/2021) kemarin, dituding dari akibat dampak pembangunan proyek PT. TAIFA disekitar pemukiman warga.

Hal itu disebutkan oleh Asep salah satu warga, yang mengatakan bahwa banjir tersebut merupakan hal pertama kali terjadi di desanya. Menurut Asep, sebelumnya empang milik warga tidak pernah terkena banjir.

“Walaupun hujan besar, empang kami tidak pernah kebanjiran. Semenjak ada proyek pembangunan PT. TAIFA, baru kali ini kami kena banjir,” kata Asep, kepada PUTARAN.id, Senin (04/01/2021).

BACA JUGA:

“Dulu memang pernah banjir, tapi tidak meredam empang kami. Tapi sekarang semua empang habis terendam banjir, padahal kami petani ikan sebentar lagi akan panen, otomatis akibat banjir ini kami merugi. Rata-rata petani merugi sekitar 30 sampai 40 juta,” jelas Asep.

Asep menyebutkan bahwa warga yang terdampak akibat banjir itu meminta ganti rugi kepada pihak PT. TAIFA.

“Warga akan meminta ganti rugi kepada pihak terkait (PT. TAIFA) atas kejadian ini. Kami juga meminta untuk segera memperbaiki saluran Sungai Cibarasole,” tandas Asep.

BACA JUGA:

Asep juga menjelaskan bahwa sebelumnya warga sekitar telelah mengajukan kepada pihak PT. TAIFA terkait normalisasi saluran sungai Cibarasole.

“Pihak TAIFA sendiri waktu itu berjanji akan memperbaiki saluran, dalam arti pendalaman atau penertiban batas-batas tanggul sungai,” tandas Asep.

Asep menyebutkan bahwa normalisasi sungai Cibarasole merupakan tanggung jawab dari pihak Perum Jasa Tirta (PJT).

“Sungai ini, kan, mengairi sawah-sawah di beberapa desa kami. Karena kebetulan ada pekerjaan proyek PT. TAIFA, jadi PT. TAIFA harus ikut tanggung jawab, dan siap memperbaiki saluran sungai,” pungkas Asep.

(asp/ryn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini