Terkena Dampak Jalan Tol, Puluhan KK di Sumedang Mendapatkan Ganti Rugi

Salah satu warga yang mendapatkan pembayaran langsung uang ganti rugi akibat tanahnya terdampak pembangunan jalan tol Cisumdawu.

SUMEDANG, PUTARAN.id – Berdasarkan surat Direktur Jendral (Dirjen) Pengadaan Tanah tertanggal 26 Maret Tahun 2020 Nomor BP.01.01/551-600/III/2020, tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan pengadaan tanah di daerah, dan sehubungan dengan akan dilaksanakannya pembayaran uang ganti serta pemutusan hubungan hukum pengadaan tanah di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Sebanyak 32 Kepala Keluarga (KK) dari tiga desa di Kabupaten Sumedang, mendapatkan pembayaran langsung uang ganti rugi akibat tanahnya terdampak pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

BACA JUGA:

Hal itu disampaikan oleh Wisnu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PKK). Menurutnya, pelaksanaan pembayaran langsung ganti rugi jalan tol ini ialah yang kedua kalinya.

“Sebelumnya, yang pertama kita pernah melakukan pembayaran langsung, namun ada beberapa hambatan dikarenakan ada dokumen perubahan luas dan masih adanya komplain dari masyarakat,” kata wisnu kepada PUTARAN.id, Selasa (5/1/2021).

Wisnu menyebutkan bahwa untuk kelancaran administrasi, Wisnu berharap agar para pemilik tanah yang belum memenuhi persyaratan, diharapkan segera mempersiapkan dan memberikan dokumen asli berupa sertifikat, akte jual beli, akte hibah, akte pembagian hak bersama, SPPT, Girik, KTP, KK.

BACA JUGA:

Hal senada juga disampaikan oleh Asep Aan Dahlan, selaku Camat Cimalaka. Asep menyebutkan bahwa pembayaran ganti rugi ini diperuntukan bagi yang terkena dampak ruas jalan Tol Cisumdawu di tiga desa yaitu, Desa Cibeureum Kulon, Desa Cibeureum Wetan, dan Desa Mandalaherang.

“Iya memang. Penggantian ganti rugi tanah ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya juga dilakukan hal yang sama,” jelas Asep.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19 juga ya, diharapkan kepada warga untuktetap memperhatikan protokol kesehatan, mematuhi protokol keamanan dan menjauhi kerumunan dengan menjaga jarak.” Ungkapnya.

(ndi/ryn)