Nelayan Patimban Kembali Pertanyakan Janji Kemenhub

0
Kapal tradisional dari Kemenhub yang dianggap tidak laik pakai dan ditolak oleh para Nelayan Patimban

SUBANG, PUTARAN.id – Nelayan Patimban, kembali mempertanyakan janji Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang sampai sekarang belum kunjung diterima, perihal perbaikan empat kapal tradisional yang dianggap tidak laik pakai.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Misaya Guna unit 2 Genteng, Patimban, Johari, kepada PUTARAN.id, Kamis (7/1/2021).

BACA JUGA:

Johari menyebutkan bahwa pihaknya bersama Ketua KUD Mina Misaya Guna Trungtum, sempat diundang oleh pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Patimban, untuk bermusyawarah terkait perbaikan empat unit kapal rusak yang sebelumnya sudah sampai di Pelabuhan Patimban dan ditolak oleh para Nelayan.

Rencananya, keempat unit kapal rusak tersebut akan diperbaiki oleh pihak KSOP dengan biaya perbaikan semuanya ditanggung oleh pihak KSOP.

“Pihak kami (KUD) hanya tinggal membuat RAB (rencana anggaran biaya, Red) saja,” kata Johari.

Johari menjelaskan bahwa setelah pihak KUD mengajukan RAB kepada pihak KSOP, justru pihak KSOP menolaknya.

Selanjutnya Johari juga menjelaskan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan keempat kapal rusak tersebut sebesar 320 juta, dan itupun hanya akan cukup memperbaiki sampai 75 persen.

“Pihak KSOP hanya akan memberikan anggaran 57 juta untuk perbaikan keempat kapal rusak itu,” jelas Johari.

“Jelas anggaran segitu tidak akan cukup untuk memperbaiki kapal, karena kondisi kapal rusak parah, jelas dengan anggaran segitu kami tolak,” tegas Johari.

BACA JUGA:

Ketua KUD Mina Misaya Guna Trungtum, M Rusdi, kepada PUTARAN.id menyebutkan bahwa anggaran 57 juta memang tidak akan cukup memperbaiki keempat kapal rusak tersebut.

“Mau cukup gimana, perbaikan satu kapal kecil saja bisa menghabiskan anggaran 35 sampai 40 juta, itupun perbaikan secara manual,” jelas M Rusdi.

Salah satu contoh kapal tradisional rusak dari Kemenhub yang dianggap tidak laik pakai dan ditolak oleh para Nelayan Patimban

Sementara Adit, selaku kepala KSOP Pelabuhan Patimban, menyebutkan bahwa pihaknya tidak tahu-menahu terkait adanya bantuan kapal tersebut.

“tahu-tahu kami (KSOP) menerima kapal untuk diserahkan kepada nelayan Patimban, sebelumnya kami tidak tahu tentang adanya bantuan kapal itu,” kata Adit

“Perihal akan diganti atau tidak (keempat kapal rusak), kami tidak tahu,” pungkas Adit.

(Asp/Ryn)

loading...
Loading Facebook Comments ...