Lama Dibiarkan, Kapal Kemenhub Karam di Laut Patimban Subang

0
Salah satu kapal tradisional rusak parah bantuan dari Kemenhub yang rencananya akan diberikan kepada Nelayan Patimban

SUBANG, PUTARAN.id – Lama dibiarkan, empat kapal tradisional bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang rencananya akan diberikan kepada Nelayan Patimban, Kabupaten Subang, kondisinya semakin parah.

Hasil pantauan dari PUTARAN.id, Senin (11/1/2021), dilokasi menunjukan bahwa kapal tersebut sudah rusak. Satu kapal sudah tidak ada di lokasi, satu karam dan dua kapal lagi hampir karam.

BACA JUGA:

Keempat kapal tersebut rencananya akan diperbaiki oleh pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban, sebelum diberikan kepada Nelayan Patimban.

Ened, salah satu Nelayan Patimban sangat menyayangkan karena kapal-kapal tersebut tidak cepat diperbaiki, malah seperti dibiarkan oleh pihak KSOP.

“Kapal ini kan, kondisinya ketika dibawa dari Probolinggo ke Patimban sudah tidak layak pakai. Sedangkan sekarang ini kondisi kapal semakin rusak dan sudah ada yang karam,” kata Ened kepada PUTARAN.id.

“Ini kalau diperbaiki akan mengeluarkan biaya besar, minimal setiap kapalnya bisa menghabiskan biaya 100 juta, itu juga tidak full, paling 75 persen,” lanjut ened.

Ened menjelaskan bahwa untuk perbaikan kapal seharusnya pihak KSOP berkoordinasi dengan para Nelayan Patimban, agar perbaikan kapal tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para Nelayan.

“Kalau perbaikannya asal-asalan, ya, kami nelayan akan menolaknya,” tandas Ened.

Ened juga memperkirakan bahwa kapal tersebut dibuat pada tahun 2010, maka untuk perbaikan kapal tersebut harus memakai tibet.

“Usia kapal tersebut sudah tua, kalau tidak pakai tibet, tidak akan kuat lama,” pungkas Ened.

BACA JUGA:

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu Nelayan Patimban, Waslim. Ia mengharapkan untuk perbaikan kapal bantuan dari Kemenhub itu bisa melibatkan Nelayan.

“Pihak KSOP harus kerjasama dengan Nelayan, agar perbaikan kapal tersebut lebih transparan, bahan apa yang akan digunakan. Jangan sampai baru dipakai satu bulan, kapal tersebut sudah rusak lagi,” jelas Waslim.

Waslim juga sangat menyayangkan tentang informasi yang beredar bahwa pihak KSOP akan memperbaiki ke empat kapal tersebut hanya dengan anggaran sekitar 50 juta.

“Dengan anggaran segitu, pasti perbaikannya pun bakal asal-asalan,” tandas Waslim.

“Buat apa diperbaiki, kalau diperbaiki juga percuma, lebih baik diganti dengan kapal yang baru,” pungkas Waslim.

(asp/ryn)

Loading Facebook Comments ...