98 Pesantren di Subang Ikuti Sosialisasi Gerakan Membangun Pesantren Digital

0
RMI PCNU Subang dan Infra Digital Nusantara (IDN) setelah penandatanganan nota kesepahaman kerjasama pesantren digital

SUBANG,PUTARAN.id – Sebanyak 98 Pondok Pesantren yang bernaung dibawah Rabithah Ma’hadil Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang mengikuti sosialisasi Gerakan Membangun Pesantren Digital (TrenDi) di Gedung PCNU Subang, Jl. Darmodiharjo, No. 4 Sukamelang, Subang, Selasa (16/2/2021).

Sosialisasi tersebut dilakukan berkat kerjasama RMI PCNU Kabupaten Subang dengan perusahaan Infra Digital Nusantara (IDN).

Ketua RMI PCNU Subang, KH. Adam Misbahudin Firdaus mengatakan, dengan adanya sosialisasi tersebut tentu akan membantu lembaga pondok pesantren dalam hal pendataan dan transformasi digital.

“Salah satunya bisa mengatur keuangan pondok pesantren secara sistematis berbasis digital sehingga aktivotas administrasi pondok pesantren semakin mudah,” ujar KH. Adam.

Ia mengatakan, dari sekian banyak pesantren di Kabupaten Subang hingga saat ini masih menggunakan sistem administrasi secara manual.

“Kedepan, kita akan majukan pondok pesantren bisa mengimbangi perkembangan zaman salah satunya dengan digitalisasi pesantren ini,” imbuhnya.

BACA JUGA:
Berbasis Pondok Pesantren, SMP Darul Masholih Siap Hadapi Tantangan Zaman

Kapolda Jabar Silaturahmi ke Pondok Pesantren di Sumedang

Hal senada disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH. Satibi. Menurutnya, dengan berkembang pesatnya teknologi, pondok pesantren sudah saatnya harus melek IT dan digital.

“Karena saat ini rata-rata pondok pesantren masih ada kesulitan saat dipintai masalah data yang bsrkaitan dengan pengajuan bantuan kepada pemerintah,” jelas KH. Satibi.

Ia berharap kedepan, PCNU Kabupaten Subang melalui RMI bisa membackup pondok pesantren dalam hal memenuhi kebutuhan pondok pesantren dalam hal pendataan.

BACA JUGA:
Pungangan Jadi Kampung Pesantren Percontohan di Subang

Kunjungi Pesantren Al-Ishlah, ini Pesan Bupati Subang untuk Santri

“Sehingga kalau berbicara masalah data administrasi tidak terkesan berantakan dan berceceran serta semuanya berjalan dengan rapi,” katanya.

Sementara, Business Development Manajer H. Mahbub mengatakan, dengan digitalisasi pesantren tersebut akan menunjang operasional dan menaikkan trandi pondok pesantren itu.

“Sebagaimana slogan yang selalu dipakai oleh NU, mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih mashlahat. Dan itu inti dari sebuah digitalisasi pesantren,” pungkasnya. (ade)

loading...
Loading Facebook Comments ...