Oded Tak Ingin Kota Bandung Seperti India

0
Oded M Danial (foto: Humas Kota Bandung)

BANDUNG, PUTARAN.id – Wali Kota Bandung Oded M Danial tidak ingin Kota Bandung seperti India. Dimana negara tersebut saat ini sedang mengalami tsunami pandemi Covid-19 karena warganya sudah tak lagi disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Oded terus menghimbau dan mengingatkan kepada warga Kota Bandung untuk bisa menahan diri tidak melaksanakan mudik lebaran tahun ini. Selain itu, dirinya juga tidak berhenti terus memberikan edukasi agar tidak warga lengah terhadap protokol kesehatan.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Siapkan Cek Poin Selama Lebaran, Berikut Penjelasannya

Hal itu semua dilakukan Oded demi kebaikan bersama warga Kota Bandung, serta untuk mencegah lonjakan penularan Covid-19 di Kota Kembang tersebut.

“Ini semua demi kepentingan kita bersama. Pak Presiden-pun, telah mengingatkan semua kepala daerah untuk memperhatikan hal ini,” katanya Oded wartawan, Jumat (30/4/2021).

BACA JUGA: Nekat Mudik, Akan Ada Sanksi Bagi ASN Kota Bandung

Pada sebelumnya telah dilakukan pertemuan secara virtual antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan seluruh kepala daerah di Indonesia. Jokowi menjelaskan bahwa lonjakan kasus Covid-19 usai mudik lebaran Idul Fitri 2020 kemarin mengalami kenaikan hingga 93 persen. Jokowi tak ingin hal serupa terjadi lagi di tahun ini.

“Hati-hati dengan yang namanya libur panjang, kita ini mau libur panjang di Idulfitri. Ingat, tahun lalu ada 4 libur panjang yang kenaikannya sangat melompat, Idulfitri tahun lalu naik sampai 93 persen,” kata Jokowi melalui siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4) lalu.

BACA JUGA: Kang Yana Harapkan Tim Sepak Bola Kota Bandung Raih Emas di Porda 2022

Jokowi juga mengungkapkan untuk libur panjang pada Agustus tahun lalu mengalami lonjakan kasus Covid-19 hingga 119 persen. Selain itu, libur pada Oktober 2020 lalu juga mengalami kenaikan kasus Covid-19 hingga 95 persen.

Terakhir, lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi pada libur panjang akhir tahun kemarin. Tercatat akibat libur panjang akhir tahun tersebut jumlah kasus pada awal 2021 meningkat 75 persen.

BACA JUGA: Masa Pancaroba Warga Kota Bandung Diminta Waspada, Ada Apa?

Dari hasil survei pemerintah mengungkapkan bahwa masih ada 18,9 juta orang yang berniat mudik pada lebaran tahun ini. Untuk mengantisipasi hal itu, Jokowi berharap kepada setiap kepala daerah untuk lebih gencar mengumumkan larangan mudik.

“Sekali lagi, hati-hati dengan mudik Lebaran. Hati-hati, cek, kendalikan yang mudik itu sangat penting sekali,” ujar Jokowi. (ryn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini