Di Masa Covid-19, Pemkot Bandung Akan Terus Perangi Narkoba

0
Di Masa Covid-19, Pemkot Bandung Akan Terus Perangi Narkoba
BNN Kota Bandung dan Provinsi Jabar dalam acara Bandung Menjawab yang diselenggarakan Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Bandung di Auditorium Balaikota Bandung, Selasa 22 Juni 2021 (foto: Humas Kota Bandung)

KOTA BANDUNG, PUTARAN.id –  Meski tengah disibukkan dengan penanggulanggan pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan akan terus memerangi dan menekan angka peredaran serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba).

Kepala BNN Kota Bandung, Deni Yus Danial, dalam acara Bandung Menjawab yang diselenggarakan Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Bandung di Auditorium Balaikota Bandung, Selasa 22 Juni 2021 kemarin, menyebutkan bahwa pada saat ini Indonesia darurat narkoba. Angka prevalensi pengguna narkoba sudah mencapai 1,80 persen atau 4,9 juta orang.

BACA JUGA: Pemkot Bandung dan Hong Kong Jalin Kerjasama, Simak Pembahasannya

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 26 Juni sebagai Hari Anti Narkotika Internasional atau biasa disebut HANI. Peringatan ini sebagai bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. HANI ditetapkan sebagai komitmen menciptakan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Deni Yus Danial mengungkapkan, pada peringatan HANI tahun ini dan masih di masa Covid-19, pihaknya akan melaksanakan upaya-upaya pencegahan melalui sistem ketahanan dini masyarakat dan sistem ketahanan di lingkungan pendidikan, keluarga, dan lingkungan pekerjaan.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Bagaimana Nasib Sekolah PTMT di Kota Bandung?

Seperti kampanye masif war on drugs di seluruh kelurahan, lomba kreatif memerangi narkoba dengan aktivitas kreatif. Kemudian akan ada aksi pelajar dan mahasiswa di malam menjelang HANI.

BNN Kota Bandung terus memastikan strategi P4GN atau Pencegahan, Peredaran, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika akan diimplementasikan di setiap daerah agar terwujudnya Jawa Barat Bersinar (Bersih Narkoba) termasuk di Kota Bandung. Para mahasiswa dan pelajar akan mendukung aksi P4GN untuk mendukung Bandung Bersinar.

BACA JUGA: Kesiapan Sekolah PTMT di Kota Bandung Akan Terus Dipantau

“Termasuk dilaksanakan program kelurahan bersinar, total sudah 31 kelurahan. Di sana lurah dan masyarakat diberikan ruang untuk melaksanakan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ucapnya.

Meski jumlah ungkap kasus narkotika di Kota Bandung pada tahun 2021 terjadi penurunan, tetapi berbagai upaya harus tetap dilakukan. Pasalnya, secara kualitas pengguna diduga mengalami peningkatan.

BACA JUGA: Covid-19 Sebabkan PAD Kota Bandung di Sektor Pariwisata Turun 50%

Hal ini terbukti dari data pecandu yang mengakses layanan rehabilitasi mengalami kenaikan. “Tahun 2020 tercatat 185 kasus dan tahun 2021 Januari-13 Juni tercatat 103 kasus, terjadi penurunan data ungkap kasus namun secara kualitas terjadi peningkatan, didominasi oleh meningkatnya maraknya peredaran gelap narkotika,” terangnya.

Sementara Benny Gunawan Kepala BNN Provinsi Jawa Barat dalam acara yang sama mengungkapkan pihaknya juga akan terus berupaya menurunkan angka pengguna narkotika sekaligus memberantas penyalahgunaan narkotika.

BACA JUGA: Kota Bandung Punya Perda Kawasan Tanpa Rokok, Simak Penjelasannya

“Kami terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder masyarakat mengkampanyekan gerakan war on drugs atau perang terhadap narkoba,” tegasnya.

“Khusus di Jawa Barat, angka prevalensinya sama dengan nasional yaitu 1,80 persen dikali penduduk Jabar yaitu 900ribu-an,” tuturnya. (ryn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini