IGD Khusus COVID-19 RSUD Ujungberung Tutup Sementara, Ini Faktornya

0
IGD Khusus COVID-19 RSUD Ujungberung Tutup Sementara, Ini Faktornya
RSUD Kota Bandung Jl. Rumah Sakit Nomor 22 Ujungberung, Kota Bandung. (Foto: Ryan Sevian/PUTARAN.id)

BANDUNG, PUTARAN.id –  Akibat keterbatasan sejumlah tenaga kesehatan dan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur yang tinggi, IGD khusus COVID-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terpaksa ditutup sementara.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, pembatasan layanan untuk sementara waktu ini hanya berlaku khusus COVID-19 saja. Hal ini sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran dan menjaga sistem kesehatan agar tenaga kesehatan tidak sampai tumbang.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Terbitkan Perwal PPKM Darurat, Ini Sejumlah Aturan yang Wajib Diketahui

“Pelayanan di RS tidak ditutup semua, tetapi hanya membatasi pelayanan untuk melindungi pasien dan petugas,” ucap Yorisa, Jumat 2 Juli 2021 lalu.

Yorisa mengungkapkan, saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan tak luput dari paparan COVID-19. “Tenaga Kesehatan pun jumlahnya saat ini menjadi terbatas karena banyak yang terpapar Covid-19,” imbuhnya.

BACA JUGA: Di Masa Covid-19, Pemkot Bandung Akan Terus Perangi Narkoba

Yorisa tidak bisa memungkiri jika kasus COVID-19 di Kota Bandung tengah meningkat tajam. Sebagai dampaknya, BOR di Kota Bandung per hari Jumat 2 Juli 2021 berada di angka 90,93 persen.

Meskipun dari jumlah tersebut, setengahnya diisi oleh pasien COVID-19 dari luar Kota Bandung. “Saat ini pelayanan COVID-19 memang sedang meningkat. Itu terkait juga dengan tingginya keterisian tempat tidur perawatan di 29 RS rujukan COVID-19 di Kota Bandung,” sebutnya.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Bagaimana Nasib Sekolah PTMT di Kota Bandung?

Yorisa mengungkapkan, pelayanan IGD khusus COVID-19 di RSUD Ujungberung akan segera dibuka kembali apabila kondisi pasien sudah menurun dan SDM tenaga kesehatan kembali bertambah. “Bila situasi berangsur mereda, pelayanan akan normal kembali,” cetusnya.

Meski begitu, Yorisa menyatakan, untuk pelayanan lain yang non COVID-19 tetap buka seperti biasa. Terlebih menyangkut kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung dan Hong Kong Jalin Kerjasama, Simak Pembahasannya

“Karena yang hectic-nya adalah pelayanan COVID-19. Seperti ruangan, kebutuhan ventilator dan lain-lain. Non-covid tetap harus terlayani. Apalagi gawat darurat,” ungka Yorisa.

Di tengah suasana pandemi ini, Yorisa mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi guna mengakses pelayanan secara daring. “Pasien bisa mengakses pelayanan online di setiap faskes baik puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan edukasi pelayanan kesehatan,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini