Kapolsek Pamanukan: Bagi Pedagang Makanan dan Minuman, Tidak Boleh Nerima Tamu Makan di Tempat dan Harus Dibungkus!

0
Kapolsek Pamanukan: Bagi Pedagang Makanan dan Minuman, Tidak Boleh Nerima Tamu Makan di Tempat dan Harus Dibungkus!
Polsek Pamanukan bersama Satgas COVID-19 dan gabungan Muspika Pamanukan dan Sukasari saat melakukan apel sebelum melakukan kegiatan pembubaran kerumunan masyarakat dan penutupan toko yang masih buka melewati jam operasional di sekitar titik keramaian di Pamanukan, Sabtu 3 Juli 2021 malam (foto: Asep Ocay/PUTARAN.id)

SUBANG, PUTARAN.id – Kapolsek Pamanukan Subang Kompol Undang Sudrajat menghimbau bagi pedagang makanan dan minuman yang berada di sekitar titik pusat perbelanjaan di Pamanukan untuk tidak menerima tamu makan dan minum di tempat pedagang dan harus dibungkus.

Hal itu ia sampaikan kepada PUTARAN.id saat melakukan kegiatan pembubaran kerumunan masyarakat dan penutupan toko yang masih buka melewati jam operasional di sekitar titik keramaian di Pamanukan, Sabtu 3 Juli 2021 malam kemarin.

BACA JUGA: Pimpin Apel Persiapan PPKM Darurat Kabupaten Subang, Ini Kata Kang Jimat

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Polsek Pamanukan Subang bersama Satgas COVID-19 dan gabungan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pamanukan dan Sukasari.

“Ya, bagi pedagang makanan dan minuman tidak boleh menerima pembeli makan dan minum nya di tempat, harus di bungkus,” sebut Kompol Undang.

“Sejak diberlakukan nya PPKM Darurat Jawa-Bali yang dilaksanakan dari mulai tanggal 3 sampai 20 Juli, kita bersama gabungan Muspika Kecamatan Pamanukan dan Kecamatan Sukasari langsung bergerak untuk menindaklanjuti instruksi dari pemerintah tersebut,” timpalnya.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di RSUD Subang Meningkat Hingga 230% dan Sebabkan Overload, Apa Solusinya?

Kompol Undang menjelaskan bahwa proses tersebut berdasarkan arahan Presiden Jokowi yang menginstruksikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali. Selain itu, tertera juga dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 Jawa-Bali dan Surat Edaran Bupati Subang Nomor KS 01/1580/HK/2021 tentang Darurat Corona Virus Disease (COVID-19).

Kompol Undang juga menghimbau kepada seluruh pengusaha seperti supermarket, pedagang tradisional, toko kelontong, agar bisa dibatasi jam operasional nya hingga pukul 20.00 malam.

BACA JUGA: Usai Disidak Bupati, Petugas Kebersihan Subang Gercep Angkut Sampah di Setiap TPS

Terakhir, ia juga meminta kepada masyarakat Pamanukan agar selalu mematuhi aturan yang berlaku untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan.

“Jika hal itu terjadi (kerumunan), kami Polsek Pamanukan beserta gabungan Muspika dan Satgas COVID-19 tidak segan-segan akan membubarkan. Karena hal ini untuk menjaga dan menekan penyebaran virus COVID-19 dan bisa terhindar dari wabah yang mematikan itu,” tandasnya. (asp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini