Usai Pilkades Serentak, Dispemdes Subang: Jangan Serta-merta Ganti Perangkat Desa!

Mita, Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Dispemdes Kabupaten Subang (foto: Asep Ocay/PUTARAN.id)

SUBANG, PUTARAN.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang mengingatkan kepada para Kepala Desa (Kades) terpilih dalam pemilihan Kepala Desa serentak 2021, agar tidak serta merta mengganti pegawai perangkat desa.

“Maksudnya memberikan pemahaman kepada Kades terpilih, jangan sampai memberhentikan perangkat desa yang sudah mempunyai kompetensi dan berpengalaman,” kata Mita, Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Dispemdes Kabupaten Subang kepada PUTARAN.id, Sabtu (09/01/2022).

BACA JUGA: Beberapa Wilayah Subang Utara Mati Lampu 20 Jam, Ini Penyebabnya

Mita menjelaskan, selain ada aturan terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa harus ada tahapannya. Termasuk memerlukan biaya yang sangat besar untuk melatih, mendidik dan membina perangkat desa yang baru.

“Kapan mau majunya desa tatkala pesta demokrasi 6 tahunan ini hanya memenuhi hasrat dan ambisi janji-janji  politik dengan tim sukses atau para pendukungnya,” ujar Mita.

Lanjutnya, jika setiap Kades baru perangkatnya ikut berubah, maka akan memerlukan proses adaptasi yang cukup lama. Terutama untuk memulihkan roda pemerintahan yang efektif.

BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Gantung Penghubung Antar Kecamatan di Subang Mangkrak 6 Tahun

“Bukannya tidak boleh mengganti atau merotasi jabatan perangkat desa, Tapi ada mekanisme yang mengatur, yaitu Perbup Kabupaten  Subang Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa,” jelas Mita.

“Dan yang perlu diketahui, ada syarat-syarat khusus sesuai pasal 5 Perbup Nomor 45 Tahun 2016,” timpalnya.

Jelas Mita, sesuai dengan pasal 5 Perbup Subang Nomor 45 Tahun 2016 diantaranya, perangkat desa bisa berhenti karena beberapa faktor. Diantaranya karena meninggal dunia, mengundurkan diri dan diberhentikan karena sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai perangkat desa.

“Apa syarat menjadi perangkat desa, yaitu, pendidikan minimal SMA atau sederajat dan usia antara 20 sampai dengan 42 tahun pada saat direkrut,” jelas Mita.

BACA JUGA: Hadiri Seminar Nasional Subang Simpul Ekonomi Kawasan Rebana, Ini kata Ruhimat

Tambah Mita, jika perangkat desa sudah tidak sesuai dengan persyaratan dan diangkatnya sebelum Perbup Kabupaten Subang Tahun 2016 lahir, maka yang bersangkutan bisa dilanjutkan sampai batas usia 60 Tahun.

“Perlu saya luruskan  tentang siapa saja yg masuk dalam Perangkat desa, yaitu pertama, urusan kesekretarian, urusan teknis, urusan kewilayahan atau Kadus (kepala dusun),” kata Mita.

“Khusus Kadus, suka salah dalam memahaminya. Dianggapnya Kadus itu diusulkan oleh warga dusun melalui pemilihan. Ini salah besar. Kadus salah satu bagian perangkat desa yang proses rekrut melalui penjaringan oleh panitia seleksi, jadi tidak harus dari warga dusun setempat,” pungkasnya. (Asep Ocay)