PUTARAN.ID | ACEH BESAR – Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Abulyatama, melaksanakan kegiatan coaching bagi 251 mahasiswa yang akan mengikuti program magang di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di Aula Lantai 2 Universitas Abulyatama.
Kegiatan coaching ini menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum terjun langsung ke lokasi magang. Melalui pembekalan ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi lingkungan praktik, menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, serta mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan kegiatan di lapangan.
Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama, Dr. Lensoni, M.Kes., dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menjalani kegiatan magang sebagai bagian dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Magang menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di ruang perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membentuk karakter profesional sebagai calon tenaga kesehatan.
Selain aspek akademik, mahasiswa juga diharapkan menjaga etika, kedisiplinan, dan perilaku selama berada di lokasi penempatan. Sikap profesional, kemampuan beradaptasi, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan magang sekaligus menjaga nama baik program studi dan Universitas Abulyatama.
Sementara itu, Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat, Pasyamei Rembune Kala, S.SiT., M.K.M., menekankan pentingnya coaching sebagai tahap persiapan sebelum mahasiswa melaksanakan praktik di lapangan. Pembekalan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan penempatan, membangun komunikasi yang baik dengan pihak terkait, serta menjalankan tugas sesuai dengan kompetensi dan ketentuan yang berlaku. Pengalaman magang juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu kesehatan masyarakat dalam konteks nyata, sehingga menjadi bekal berharga dalam menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Dari bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kepala Program Studi K3, Taufiq Karma, M.Si., menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja selama menjalani kegiatan magang. Mahasiswa diharapkan memperhatikan aspek keselamatan, mematuhi prosedur serta ketentuan yang berlaku di lokasi penempatan, dan membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan serta pencegahan risiko.
Melalui kegiatan magang, mahasiswa K3 diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi bahaya, memahami risiko di lingkungan kerja, serta menerapkan prinsip-prinsip K3 sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajari selama perkuliahan. Kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan selama kegiatan berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Magang, Ully Fitria, SKM., MKM., menekankan pentingnya kesiapan dan koordinasi mahasiswa dalam mendukung kelancaran pelaksanaan magang. Mahasiswa diharapkan mengikuti ketentuan kegiatan, menjaga komunikasi dengan dosen pembimbing, serta menjalin hubungan yang baik dengan pihak di lokasi penempatan.
Persiapan yang baik sejak tahap coaching diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalankan kegiatan magang secara tertib dan terarah. Mahasiswa juga diharapkan menunjukkan sikap tanggung jawab dalam setiap aktivitas, menghormati lingkungan tempat magang, serta menjaga profesionalisme selama menjalankan tugas yang diberikan.
Penempatan mahasiswa di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Jaya memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan kampus. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperluas perspektif, mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama, serta memahami tantangan yang berkaitan dengan penerapan ilmu kesehatan masyarakat maupun keselamatan dan kesehatan kerja.
Dengan jumlah peserta mencapai 251 mahasiswa, kegiatan coaching ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan pelaksanaan magang Prodi Kesmas dan K3 FIKES Universitas Abulyatama. Keterlibatan pimpinan fakultas, kedua program studi, dan panitia diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan magang yang terencana serta memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti program magang dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika, serta memanfaatkan setiap pengalaman di lapangan sebagai proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membentuk lulusan yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi di bidang kesehatan masyarakat serta keselamatan dan kesehatan kerja.

