BANDA ACEH – Putaran.id | Universitas Almuslim Peusangan Bireuen resmi menerima Surat Keputusan (SK) Izin Operasional pembukaan Fakultas Kedokteran dari LLDIKTI Wilayah XIII Aceh. Penyerahan SK tersebut menandai tonggak penting bagi kampus wakaf ini dalam sejarah pengembangan dunia pendidikan tinggi di Aceh, khususnya di bidang kesehatan.
Dalam seremoni penyerahan yang berlangsung khidmat, hadir sejumlah tokoh penting yang terlibat dalam perjuangan panjang mendirikan fakultas ini. Di antaranya Ketua Pembina Yayasan Almuslim sekaligus Anggota DPRA Rusyidi Mukhtar (Ceulangiek), Ketua Pengurus Tgk Munawar Yusuf, Rektor Universitas Almuslim Dr. Marwan Hamid, M.Pd, Wakil Rektor I Hakim Mutaqin, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Halus Setiawan, Dekan Fakultas Kedokteran dr. Zumirza, Sp.OG, serta Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh.
Rusyidi Mukhtar menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas keluarnya izin operasional tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai pendamping, serta seluruh tim Task Force (Taspos) yang telah bekerja keras hingga terwujudnya Fakultas Kedokteran di Universitas Almuslim. “Ini adalah sejarah baru. Di kampus wakaf Almuslim kini telah lahir Fakultas Kedokteran, yang tidak hanya membanggakan Bireuen, tapi juga seluruh rakyat Aceh,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Almuslim Dr. Marwan Hamid menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 dengan kuota perdana sebanyak 50 orang. Ia menegaskan bahwa secara administratif dan teknis, seluruh sarana dan prasarana sudah sangat siap, mulai dari laboratorium, ruang kuliah, hingga tenaga pengajar yang memenuhi standar akreditasi nasional.
“Sebagai kampus wakaf, kami memiliki semangat pengabdian yang tinggi untuk mencetak dokter-dokter yang berakhlak dan berkompeten. Kami sangat berterima kasih kepada USK yang telah membimbing penuh proses ini hingga tuntas,” ujar Dr. Marwan dengan penuh optimisme.
Selain kesiapan infrastruktur, Dr. Marwan juga menegaskan bahwa aspek akademik telah dipersiapkan secara matang. Para dosen pengampu dari berbagai latar belakang disiplin ilmu kedokteran telah disiapkan untuk mengisi perkuliahan, serta mendukung proses pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.
Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Zumirza, Sp.OG, juga menyampaikan bahwa visi besar fakultas ini adalah menjadi pusat pendidikan kedokteran yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika medis, dan kepedulian terhadap daerah.
Dengan telah diresmikannya Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, Bireuen kini menjadi salah satu daerah di luar kota besar yang memiliki institusi pendidikan dokter. Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan pemerataan tenaga kesehatan di Aceh serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi di bidang kesehatan.


