Rabu, September 16, 2026
spot_img

Berita Top 5

Beirta Terkait

Usai Kunjungan ke Tiongkok, A. Malik Musa Bawa Kabar Baik untuk Aceh: Kopi, Ikan dan Kelapa Siap Tembus Pasar China

PUTARAN.ID | MEDAN — Tokoh Aceh sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, menghadiri acara ramah tamah dan jamuan makan siang di kediaman Konsul Tiongkok di Medan, Jalan Cut Nyak Dien Nomor 5, Medan, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan serta fasilitasi kunjungan rombongan Aceh ke Tiongkok yang berlangsung pada 10–18 Mei 2026.

Dalam pertemuan penuh keakraban itu, turut dibahas berbagai tindak lanjut hasil kunjungan ke Tiongkok yang membuka peluang besar kerja sama ekonomi dan teknologi antara Aceh dengan sejumlah mitra di Negeri Tirai Bambu. Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah penguatan sektor ekspor komoditas unggulan Aceh, seperti kopi, ikan, kelapa, dan udang, yang dinilai memiliki potensi besar menembus pasar Tiongkok.

Selain sektor perdagangan, A. Malik Musa juga mengungkapkan adanya komitmen bantuan di bidang teknologi dan pengembangan sumber daya. Di antaranya adalah teknologi solar cell untuk membantu nelayan agar tidak lagi mengalami antrean panjang dalam mendapatkan bahan bakar, teknologi modern untuk peningkatan produktivitas pertanian padi, dukungan pengembangan kampus-kampus di Aceh, hingga bantuan alat kesehatan modern bagi rumah sakit.

Menurut A. Malik Musa, kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi Aceh untuk memperluas jaringan ekonomi internasional, terutama dalam meningkatkan nilai ekspor produk unggulan daerah. Ia menilai kopi Gayo dan berbagai jenis kopi premium Aceh memiliki kualitas tinggi yang telah dikenal luas dan sangat potensial berkembang di pasar global, khususnya Tiongkok yang memiliki pasar konsumsi besar.

“Ini momentum yang sangat baik bagi kopi Aceh untuk naik kelas dan menembus pasar ekspor yang lebih luas. Kita berharap para pengusaha kopi Aceh bisa memanfaatkan peluang ini dengan menyiapkan kapasitas produksi, legalitas usaha, hingga standar mutu internasional agar dapat bersaing di pasar global,” ujar A. Malik Musa, seraya berharap hasil kunjungan tersebut segera ditindaklanjuti demi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Menurut A. Malik Musa, langkah menembus pasar ekspor ke Tiongkok menjadi sangat strategis karena negara tersebut memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di dunia setelah India, dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi terhadap berbagai kebutuhan pangan dan komoditas unggulan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Aceh untuk memperluas pasar ekspor, khususnya kopi Gayo, ikan, kelapa, dan udang, yang memiliki kualitas premium dan daya saing tinggi. “Pasar Tiongkok sangat besar, konsumennya juga sangat banyak. Karena itu kita harus mampu memanfaatkan peluang ini agar produk-produk unggulan Aceh bisa masuk dan bersaing di pasar internasional,” ujarnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer