Kamis, Juli 30, 2026
spot_img
spot_img

Berita Top 5

Beirta Terkait

Sinergi Cabdisdik dan Kejati Aceh Cetak Generasi Muda Berkarakter, Cerdas, dan Sadar Hukum

PUTARAN.ID | ACEH UTARA – Upaya membangun generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kesadaran hukum terus diperkuat. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Utara bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menggelar Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun 2026 di SMAN 1 Syamtalira Bayu, Rabu (29/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis dalam membekali pelajar agar mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan sosial di era digital.

Mengusung tema “Upaya Pembentukan Karakter Pelajar yang Berintegritas dan Sadar Hukum di Era Digital”, kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., M.H., sebagai narasumber. Keduanya memberikan pembekalan komprehensif mengenai pentingnya memahami hukum sejak usia sekolah sebagai fondasi membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.

Dalam pemaparannya, para siswa diajak memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas karakter, integritas, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap aturan hukum. Di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi, menggunakan media sosial secara bijaksana, serta menghindari berbagai tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, menegaskan bahwa pengenalan hukum sejak dini merupakan investasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang cerdas dan berintegritas. Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik agar lahir generasi yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Dengan mengenal hukum sejak dini, kita ciptakan generasi yang cerdas, berintegritas, dan berani berkata tidak pada pelanggaran hukum. Jadilah pelajar yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa,” ujar Muhammad Johan.Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Aceh melalui Program Jaksa Masuk Sekolah memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan hukum yang kerap dihadapi kalangan remaja. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), kenakalan remaja, penyebaran informasi bohong (hoaks), hingga konsekuensi hukum dari berbagai tindakan yang dilakukan baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.

Selain memperluas wawasan hukum, para siswa juga didorong untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Mereka diajak menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan tindakan yang bertentangan dengan hukum. Kesadaran hukum diyakini menjadi bekal penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif maupun konten yang merusak di media sosial.

Program Jaksa Masuk Sekolah juga menjadi wadah membangun kedekatan antara institusi penegak hukum dengan dunia pendidikan. Melalui pendekatan edukatif dan dialog interaktif, para pelajar memperoleh pemahaman bahwa hukum bukan sekadar aturan yang harus ditaati, melainkan instrumen penting dalam menjaga ketertiban, keadilan, dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Sinergi antara Cabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kejaksaan Tinggi Aceh diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Melalui Program Jaksa Masuk Sekolah, lahir harapan besar untuk mencetak generasi Aceh yang unggul, berwawasan luas, bermoral, memiliki integritas tinggi, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah, bangsa, dan negara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer