PUTARAN.ID | PIDIE – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh bergerak cepat merespons keluhan para nelayan terkait kerusakan parah Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Peukan Baro, Kabupaten Pidie, yang terdampak banjir.
Kerusakan tersebut mengakibatkan dinding dermaga sepanjang hampir 100 meter roboh, sehingga menghambat aktivitas pendaratan hasil tangkapan serta keberangkatan kapal-kapal nelayan.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat pesisir, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Syafrizal, S.STP., M.Dev., langsung menginstruksikan tim teknis untuk melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (28/7/2026).
Tim yang dipimpin Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Aceh, T. Samsul Bahri, diterjunkan untuk melakukan pengukuran, inventarisasi kerusakan, serta menghimpun data teknis sebagai dasar penyusunan langkah penanganan dan rencana rehabilitasi pelabuhan.
Menurut T. Samsul Bahri, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Kepala DKP Aceh guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus menjawab aspirasi para nelayan yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi mereka pada PPI Kuala Peukan Baro.
Dalam kunjungan tersebut, tim DKP Aceh turut didampingi Panglima Laot Kabupaten Pidie, Marfian, yang memperlihatkan secara langsung kondisi dinding dermaga yang ambruk serta dampaknya terhadap operasional kapal nelayan.
Marfian menjelaskan, kerusakan fasilitas pelabuhan telah mengurangi tingkat keselamatan dan kenyamanan aktivitas nelayan, terutama bagi kapal-kapal berbobot besar yang kesulitan bersandar saat membongkar hasil tangkapan maupun ketika hendak kembali melaut.
“Pelabuhan ini merupakan urat nadi perekonomian nelayan di kawasan ini. Kami berharap Pemerintah Aceh melalui DKP segera membangun kembali dinding dermaga yang roboh agar aktivitas pendaratan ikan dan keberangkatan kapal dapat kembali berjalan normal,” ujar Marfian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden robohnya sebagian konstruksi dermaga tersebut menyebabkan satu unit perahu nelayan yang sedang bersandar mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa material bangunan.
Sementara itu, T. Samsul Bahri menegaskan bahwa seluruh hasil pengukuran, dokumentasi, dan temuan lapangan akan segera disampaikan kepada Kepala DKP Aceh sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Ia memastikan laporan yang disampaikan para nelayan terbukti sesuai dengan kondisi di lapangan dan menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh. Karena itu, DKP Aceh akan segera menyiapkan langkah-langkah teknis yang diperlukan sebagai dasar percepatan rehabilitasi PPI Kuala Peukan Baro agar fasilitas vital bagi sektor perikanan tangkap tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal.
Pembangunan kembali pelabuhan itu diharapkan tidak hanya memulihkan aktivitas pendaratan ikan, tetapi juga memperkuat kelancaran rantai distribusi hasil perikanan, meningkatkan keselamatan pelayaran nelayan, serta menjaga keberlangsungan roda perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Pidie.



