PUTARAN.ID | BANDA ACEH — Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan bebas dari narkoba terus didorong di Kota Banda Aceh. Hal itu mengemuka dalam Upacara Bendera rutin di SMAN 14 Banda Aceh, Senin (7/9/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat di halaman sekolah tersebut diikuti seluruh dewan guru, tenaga kependidikan dan peserta didik. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Dr. Iqbal, S.T., M.T., yang mewakili Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, mengajak para siswa mengambil peran aktif sebagai Pendidik Sebaya.
Menurut Iqbal, siswa tidak hanya menjadi objek dalam upaya pencegahan berbagai persoalan sosial, tetapi juga dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pengaruh positif kepada teman sebaya.
Ia menekankan tiga persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan generasi muda, yakni penyalahgunaan narkoba, kekerasan dan bullying, serta pergaulan bebas.
“Perubahan besar dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu teman dan keluarga. Karena itu kami mengajak kita semua untuk menjadi Pendidik Sebaya. Sampaikan pesan-pesan positif, berani menolak ajakan negatif, dan berani melaporkan jika melihat ada teman yang terjerumus,” tegas Iqbal dalam amanatnya.
Ia menyebut, persoalan narkotika masih menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Berdasarkan data yang disampaikannya, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk Indonesia pada periode pengukuran 2023–2025.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini. Terlebih, temuan di salah satu gampong pada November 2025 juga menunjukkan adanya belasan remaja yang dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine.
Karena itu, Iqbal mengajak seluruh warga sekolah untuk memperkuat komitmen terhadap pencegahan narkoba, kekerasan dan bullying serta pergaulan bebas dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai syariat Islam.
Tidak berhenti pada imbauan, Iqbal juga menyampaikan gagasan strategis agar SMAN 14 Banda Aceh dapat menjadi salah satu pelopor sekolah di Kota Banda Aceh yang menerapkan screening atau deteksi dini narkoba dan HIV-AIDS secara berkala.
Ia mengusulkan agar pihak sekolah membangun kolaborasi dengan BNN Kota Banda Aceh dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk melaksanakan tes urine narkoba sekaligus memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai HIV-AIDS kepada peserta didik.
“Usulan saya langsung kepada kepala sekolah, mari SMAN 14 menjadi sekolah pertama yang berani melakukan deteksi dini. Bekerja sama dengan BNN Kota Banda Aceh dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, kita adakan tes urine narkoba dan penyuluhan HIV-AIDS secara berkala. Ini untuk melindungi dan menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Langkah itu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pencegahan yang lebih terukur, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mendeteksi berbagai potensi persoalan sejak dini.Pembentukan tim Pendidik Sebaya yang diperkuat dengan edukasi serta screening kesehatan diharapkan mampu mendorong SMAN 14 Banda Aceh menjadi sekolah yang sehat, aman, bersih dari narkoba dan berprestasi.
Melalui gerakan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi generasi muda dari berbagai ancaman sosial yang dapat mengganggu masa depan mereka.
Upacara Bendera kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama.


